9 Rabu, 03 Februari 2016 | 16:49:32

Cara Membeli Properti Tahun ini….

Cara Membeli Properti Tahun ini….fscapitaland.co.id

Tahun ini banyak yang memperkirakan waktu yang tepat untuk membeli property. Karena diperkirakan pada tahun 2018 menjadi tahun dimana meledaknya bisnis property.


Tetapi tetap ada hal-hal yang harus diperhatikan para konsumen atau pembeli sebelum melakukan keputusan untuk membeli property tahun ini, yaitu:


Untuk yang pertama konsumen atau pembeli harus memikirkan terlebih dahulu semanya secara matang dan jangan terburu-buru dalam memilih property yang mau dibeli.


“tahun ini memang mereka harus membeli, tapi jangan lupa untuk belajar dari  pengalaman, makanya konsumen harus berhati-hati. Jangan mudah percaya dengan satu pengembang atau agen”tutur Julius Warouw, Managing Director Synthesis Square.


Cara yang kedua adalah para konsumen atau pembeli jangan memikirkan bahwa investasi membeli property ini adalah investasi jangka pendek, menurut Julius.


Setidaknya konsumen atau pembeli memikirkan bahwa investasi property ini merupakan investasi jangka menengah dalam waktu 5 sampai 10 tahun nantinya.


Yang ketiga adalah konsumen atau pembeli harus memikirkan keuntungan dan kerugian yang ada pada saat mereka membeli property.


“Konsumen atau pembeli harus focus terhadap property yang mempunyai nilai tambah. Kalau bisa memiliki keunikan juga. Seperti fasilitas lengkap, lokasi dan akses yang mudah dijangkau, serta jumlahnya yang tidak banyak” Julius menjelaskan.


Merupakan Momentum Yang Tepat


Terdapat banyak factor yang memperkirakan bahwa tahun 2016 ini merupakan tahun yang tepat untuk membeli property.


Harga sewa dan jual semakin menarik para pembeli atau konsumen untuk berinvestasi yang berdampak mendorong pertumbuhan ke arah yang lebih positif.


Nantinya Bank Indonesia (BI) akan terpaksa menurunkan tingkat suku bunga menjadi lebih kompetitif karena berlakunya MEA ( Integritas Pasar Tunggal Asia Tenggara atau Masyarakat Ekonomi Asean) pada tanggal 31 Desember 2015.


Kemudian adanya tingkat inflasi yang ditargetkan agar menyentuh level 3-4 persen atau yang terendah selama 10 tahun. Hal ini akan membangkitkan kembali gairah sektor property.


Efeknya juga akan mengenai suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Suku bungs KPR akan menjadi rendah mengikuti tingkat penurunan inflasi  serta BI rate.


Begitulah prediksi dan pemaparan dari Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit terhadap kompas.com pada  Minggu (31/1/2016).

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita