440 Sabtu, 19 Desember 2015 | 14:37:45

Terowongan Di Tol Cisumdawu

Terowongan Di Tol Cisumdawukabarsumedang

Tol Cisumdawu adalah berasal dari kata Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Pembangunan tol ini baru sampai memasuki seksi II yaitu  sepanjang 17,05 kilometer dari ruas Rancakalong-Sumedang. Sedangkan rencananya pembangunan jalan tol tersebut akan melewati  enam seksi yang ditargetkan.
Seksi II ini akan dibangun tunnel atau terowongan sepanjang 472 meter yang berlokasi di Bukit Cilengsar.

Terowongan yang akan dibangun di sepanjang jalan tol ini dibangun dalam dua lajur, dan ini merupakan solusi untuk tidak membelah bukit. Membelah bukit pekerjaannya akan memakan biaya lebih mahal, disamping itu juga memerlukan waktu yang lumayan lama.

Hediyanto W. Husaini Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR mengatakan bahwa didalam membuat terowongan untuk effort-nya hanya sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan  membelah bukit.

Dalam hal ini pembangunan terowongan memiliki diameter sebesar 12 meter dan diharapkan mampu menghemat dana sampai 90 persen.

Hediyanto menjelaskan pertimbangan lainnya adalah banyaknya jumlah tanah yang akan diangkut  lebih sedikit jika dibandingkan apabila harus membelah bukit sebab konsekuensi tanah akan terbuang lebih banyak.

Pembangunan terowongan adalah  satu-satunya untuk jalan tol yang ada di Indonesia. Pembangunan jalan tol ini sendiri dipercayakan kepada Metallurgy Corporation of China (MCC) dengan metode New Austrian Tunneling Method.

Metode itu adalah salah satu metode manual yang memberikan penguatan pada bagian atas struktur tanah kemudian barulah akan  dilakukan pengerukan tanah dengan menggunakan eskavator.

Adanya metode ini tentu saja dapat membuat kemajuan sekitar 60-80 cm per hari. Dengan begitu bisa di lakukan dari dua arah dan rencananya akan selesai dalam waktu 28 bulan, demikian yang disampaikan Kepala Satuan Kerja Tol Cisumdawu, Wida Nurfarida.

Dalam hal ini Wida juga menambahkan bahwa metode ini adalah metode yang paling aman untuk dilakukan di Bukit Cilengsar dimana bukit ini memiliki kontur tanah lunak.

Pembuatan terowongan rencananya akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp 800 miliar. Pembangunannya akan di bangun sekitar bulan Maret 2016 dan diprediksi akan selesai pada pertengahan tahun 2019.

Terowongan ini  di bagian lain seksi II Tol Cisumdawu, berada  di Desa Cisaronge, Kecamatan Pamulihan, Sumedang sekarang ini sedang  dibangun Jembatan Cisaronge dengan panjang 350 meter.
Jembatan ini mempunyai ciri khas sendiri dan sangat berbeda dengan jembatan lainnya.

Pada umumnya jembatan yang biasanya hanya mempunyai lengkungan baja pada bagian atas sedangkan pada Jembatan Cisaronge justru menempatkan lengkungan baja 84 meter dari bagian bawah.

Menurut Hediyanto lengkungan ini berguna sebagai penopang pondasi Jembatan Cisaronge. Kondisi pembangunan jembatan itu sendiri masih sekitar 80 persen dan diprediksi akan rampung  dalam 2 bulan ke depan.

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita