130 Senin, 14 Desember 2015 | 16:37:08

Kondisi Ekonomi Belum Kondusif Tidak Pengaruhi Properti 2016

Kondisi Ekonomi Belum Kondusif Tidak Pengaruhi Properti 2016hotmixtraning

Perekonomian di tahun 2016 mendatang diprediksikan masih kurang begitu kondusif. Hal ini berdasarkan dari catatan lembaga riset properti, Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) menilai bahwa pasar properti di tahun 2016 akan mulai bangkit meskipun perekonomian di Indonesia masih belum kondusif.

Panangian Simanungkalit, Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) mengatakan bahwa pada dasarnya pasar properti  tidak akan terpengaruh dengan adanya gejolak perekonomian yang tidak stabil saat ini.  Salah satu ketidak stabilan dalam perekonomian di Indonesia diwarnai oleh adanya kebijakan ekonomi Bank Sentral Amerika Serikat berhubungan rencana kenaikan suku bunga yng mengacu pada Fed Rate.

Dampak dari kenaikan suku bunga dari "The fed” akan akan membuat rupiah menjadi Rp 14.000 per dolar AS, namun hal ini tidak akan berdampak pada industri properti, terutama pada  harga properti yang nilainya di bawah Rp 1 miliar.

Pertumbuhan ini akan terjadi disebabkan dari  berbagai infrastruktur yang dibangun oleh  Pemerintah sekarang ini, hal ini  dapat mulai dirasakan hasilnya pada tahun depan. Disamping  itu, berbagai stimulus ekonomi tahun depan yang berkaitan dengan industri properti pun akan mulai dapat  dirasakan dampaknya.

Kebijakan pelonggaran pada kredit properti yang melalui LTV (Loan to Value) dari Bank Indonesia (BI)  yang diumumkan pada Juli 2015 lalu, baru akan terasa dampaknya di tahun 2016.

Pelonggaran LTV ini adalah berupa penurunan batas uang muka yang harus dibayarkan oleh konsumen di dalam pengajuan  Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Besaran LTV untuk kepemilikan rumah pertama rencananya  dinaikkan dari 80% naik menjadi 90% dengan demikian besaran uang muka atau down payment (DP) yang harus ditanggung konsumenpun turun dari sebelumnya sekitar 20%-30% turun menjadi 10%. Masih banyak lagi stimulus ekonomi lainnya  yang diberikan oleh Pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat terhadap unit perumahan.

Dengan demikian berdasarkan pertumbuhan tersebut tentu tidak akan terjadi pada semua kelas harga properti yang ditawarkan. Menurutnya, pasar properti di tahun 2016 akan lebih banyak bergerak ke segmen kelas menengah ke bawah.

Berdasarkan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah lebih banyak tertuju kepada mereka yang secara kemampuan ekonomi masih terbatas tetapi mereka  benar-benar membutuhkan tempat tinggal.

Menurut Panangian, “pasar perumahan untuk kelas menengah ke bawah yang harganya dibawah Rp 600 juta akan naik  8-10%. Sedangkan untuk kelas apartemen menengah yang memiliki harga  kurang dari Rp 1 miliar akan mengalami kenaikan sebesar 10-12%. Sementara segmen  perumahan dan apartemen kelas atas masih akan stagnan,"ujar dia.


Sumber: Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita