431 Senin, 14 Desember 2015 | 16:29:14

Harga Rumah Second Semakin Meningkat

Harga Rumah Second Semakin MeningkatBerita Expres

Bisnis properti saat ini memang semakin meningkat saja, walaupun rupiah sempat menurun dengan dollar, tapi tidak menyurutkan niat para konsumen dan investor untuk mengumpulkan properti, bahkan mereka sangat senang dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Dengan begitu, mereka dapat membeli properti yang di incarnya dengan harga yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan harga sebelum rupiah melemah.

Untuk saat ini harga pasaran rumah primer atau rumah baru kian melonjak dan sangat mahal serta akan sulit untuk dapat naik lagi. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab adanya kenaikan yang cukup lambat dari penjualan rumah-rumah baru tersebut.

Disampin itu, harga rumah second atau rumah yang sudah pernah ditempati, juga ikut mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Namun demikian pertumbuhan harga rumah second  atau bekas ditinggalai masih terbilang cukup masuk akal.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, mengatakan, Apabila di satu lokasi atau daerah terdapat rumah primer dan sekunder, dan kemudian harga rumah primer terlalu tinggi maka, harga rumah sekunder ini akan mempunyai peluang kenaikan harga.

Dirinya menambahkan, pertumbuhan untuk harga rumah primer saat ini masih melambat dan belum ada tanda-tanda akan adanya kenaikan. Koreksi harga pun bahkan mencapai 3-5 persen.

Dibeberapa lokasi dan daerah, umumnya harga rumah sudah overvalue, hal ini terjadi karena pasar primer dan sekundernya memiliki selisih harga 20 persen. Misalnya saja, rumah primer dihargai dengan Rp 2 miliar sedangkan untuk rumah sekundernya Rp 1,7 miliar-Rp 1,8 miliar. Ini berarti, harga rumah primer akan sulit untuk sapat naik dikisaran atau angka yang lebih tinggi lagi.

Sementara itu, untuk harga rumah sekunder masih bisa naik, dan setelah itu baru menyusul ke harga rumah uang primer. Karena umumnya di Jakarta Utara kebanyakan terkoreksi 3-5 persen. Paling tinggi indeksnya itu terdapat di Jakarta Timur koreksinya hingga 5-7 persen, dan ini diketahui secara triwulanan dari kuartal ketiga terhadap kuartal empat. “Ucapnya.”

Tidak dengan halnya Jakarta saja, harga rumah di daerah Alam Sutera, Tangerang, Banten juga sulit naik. Saat ini, harga lahan atau tanah di sana sudah mencapai Rp 25 juta per meter persegi. Dengan harga lahan setinggi itu, akan sulit membangun rumah dengan harga jual Rp 500 jutaan.

Hal ini perlu diperhatikan oleh Pemda setempat, karena dengan harga lahan yang cukup tinggi akan sangat sulit menjual properti dan ditambah lagi dengan kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil saat ini.

 

Sumber :Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita