599 Jum'at, 20 November 2015 | 12:45:17

Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) Rp 47 Juta

Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) Rp 47 Jutalitbang

Pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) terus dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan ini dibangun di daerah-daerah perbatasan yang berada di Indonesia.

Karena itu bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan bisa menikmati sekaligus menempati rumah yang nyaman dan sehat serta memiliki struktur yang tentunya lebih kuat.

Pada tahun depan rencananya akan membangun sekitar  300 unit rumah dengan teknologi RISHA di daerah-daerah perbatasan yang ada di Indonesia, demikian yang disampaikan Syarif Burhanuddin, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.

Syarif Burhanuddin mengatakan, sejalannya dengan adanya Program Sejuta Rumah yang didukung oleh Presiden Joko Widodo, penyediaan tempat tinggal untuk masyarakat Indonesia yang saat ini menempati daerah perbatasan dan pembangunan infrastruktur pendukungnya adalah salah satu fokus program dari Kementerian PUPR.

Penyediaan akan hunian ini dilakukan supaya masyarakat Indonesia yang menduduki daerah perbatasan juga dapat merasakan rumah yang layak huni serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut dengan demikian kehidupan mereka tidak akan kalah dengan masyarakat di negara tetangga.

Adapun daerah perbatasan yang akan dibangunkan rumah layak dengan teknologi RISHA oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR adalah di daerah Alor dan Nusa Tenggara Timur.
Teknologi RISHA ini adalah suatu teknologi yang bisa dikatakan suatu teknologi yang menciptakan rumah tahan gempa sehingga sesuai dengan daerah tersebut dimana pada umumnya daerah yang akan dibangun dengan menggunakan teknologi RISHA ini memang rawan terhadap gempa.

Teknologi RISHA dikembangkan oleh Balitbang Kementerian PUPR dan mempunyai beberapa keunggulan dalam proses pembangunannya. Disamping memiliki struktur bangunan yang kuat dan tahan gempa, proses pembangunan RISHA ini juga  relatif lebih cepat dan mudah sehingga diharapkan dapat meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan.

Berdasarkan perhitunggan dari anggaran pembangunan RISHA yang telah dilaksanakan oleh Balitbang pada beberapa waktu yang lalu, satu buah  unit rumah dengan tipe 33 diperkirakan hanya menghabiskan biaya sekitar Rp47 juta, harga tersebut tidak termasuk harga tanah.

Pembangunan RISHA pada umumnya hasilnya telah menggunakan beton oleh karena itu dapat  meminimalisir penggunaan kayu. Dengan demikian biaya yang akan dikeluarkan pun cenderung lebih hemat. Kendati demikian, menurut Syarif, belum banyak sumber daya manusia (SDM) seperti para tukang serta pengembang perumahan yang bersedia untuk mempelajari serta menggunakan teknologi RISHA  terutama dalam proses pembangunan rumah secara massal.

Berdasarkan itu semua demi untuk mendorong pembangunan perumahan yang layak huni maka, Balitbang Kementerian PUPR akan memberikan pelatihan kepada SDM seperti para tukang tentang bagaimana membangun rumah dengan menggunakan teknologi RISHA ini.

Sumber: Okezone



📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita