344 Sabtu, 14 November 2015 | 14:08:00

Kemajuan Kabupaten Tangerang Sebagai Kota Cerdas

Kemajuan Kabupaten Tangerang Sebagai Kota Cerdasregional

Ibarat seorang ibu kota Tangerang juga melahirkan anak-anak yang saat ini telah tumbuh menjadi sebuah kota modern. Jika sang anak telah tumbuh dewasa dan mapan biasanya sang anak akan memisahkan diri dari ibunya untuk hidup yang lebih mandiri.

Hal inilah yang terjadi dengan Kabupaten Tangerang.  Terdapat 3 alasan kenapa beberapa wilayah/kawasan di kabupaten Tangerang kini memasuki perkembangan pada sebuah kota, yakni :

1 . Adanya urbanisasi serta  tumbuhnya sektor industri dan manufaktur pertumbuhan penduduk di

Kabupaten Tangerang yang cukup tinggi.  Karena adanya hal tersebut para pekerja dari beberapa wilayah seperti Lampung, Jawa barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah juga beberapa kabupaten yang berada diwilayah Banten seperti Lebak, Pandeglang, Serang dan Cilegon berdatangan ke Kabupaten Tangerang.

2 . Adanya pertumbuhan yang cukup pesat di Pusat Bisnis serta Kawasan Pemukiman Modern. Hal ini

juga dinilai dapat memicu pertumbuhan kawasan bisnis modern di Kabupaten Tangerang, misalnya jasa keuangan, jasa niaga dan yang paling jelas terlihat adalah pesatnya pertumbuhan di kawasan pemukiman modern. Melihat itu semua akhirnya berapa pengembang properti nasional beramai ramai membangun kawasan bisnis ataupun kawasan pemukiman di Kabupaten Tangerang. Contohnya,  kawasan Sumarecon dan Lippo Karawaci yang membangun hampir ribuan hektar diwilayah kecamatan kelapa dua, Pagedangan sampai pada  kecamatan curug . Ada juga Pengembang Citra raya (Ciputra Group) yang juga turut berperan dalam mengembangkan pemukiman modern di kecamatan Cikupa dan kecamatan Panongan . Tidak hanya pada kawasan itu saja kawasan pemukiman modern juga tumbuh di kecamatan Sindang jaya seperti, perumahan Telaga bestari yang akan menjadi pusat pendidikan maskapai penerbangan Lion Air.

3 . Adanya akses infrastruktur jalan yang pekerjaannya sudah selesai selama rentang waktu sepuluh

tahun terakhir ini. Kabupaten Tangerang memiliki luasnya wilayah mencapai 959,61 Km2 atau tiga kali lebih besar dari luas DKI Jakarta. Sedangkan untuk total panjang jalan di kabupaten Tangerang menurut jenis jalan lebih dari 1000 km.  Dimana jalan kabupaten mempunyai jumlah jalan terpanjang yakni hingga mencapai 990,62 km.  Untuk jalan Provinsi sendiri mempunyai panjang mencapai 114,44 km dan Jalan nasional mencapai panjang 27,93 km. Kabupaten Tangerang juga sudah  membangun empat jalur jalan utama yaitu , Jalan Lingkar Utara (JLU) , Jalan lingkar selatan (JLS), Jalur lingkar barat (Jalibar) dan jalur lintas tengah (Jaliteng). Keempat jalur utama tersebut saling menghubungkan beberapa kecamatan dengan pusat kota di wilayah Tigaraksa dan kabupaten tetangga seperti Serang, Lebak ,Kota Tangerang serta Kota Tangerarng Selatan.

Dengan  melihat 3 alat ukur untuk indek kota cerdas Indonesia (IKCI) dimana Aspek Ekonomi, Aspek Sosial dan Aspek Lingkungan sebagai parameter ukur maka ketiga alasan ini bisa menjadi suatu  fakta bahwa pembangunan kabupaten Tangerang semakin berkembang.

Kabupaten Tangerang adalah wilayah yang dikelola sebagai penyangga ibukota DKI Jakarta, di nilai telah berperan dalam mengurangi dampak industrialisasi dan ledakan urbanisasi penduduk.

Urbanisasi yang terjadi di kabupaten Tangerang bisa dikatakan menjadi berkah sebab pekerja dibidang Industri, Manufaktur serta  Jasa pendukung lainnya menjadikan kabupaten Tangerang sebagai rumah mereka. Pembangunan untuk pemukiman rakyat terus tumbuh dan roda perekonomian pun berjalan lancar dan positif.

Pasar Tradisional juga dinilai sebagai penunjung perekonomian bagi rakyat Kabupaten Tangerang. Hal ini dikarenakan pasar tradisional memiliki pasar tradisional pada setiap kecamatan. Pasar tradisional sendiri dikelola oleh PD Pasar Niaga Kerta Raharja. Sejak tahun 2009 pemerintah Kabupaten Tangerang sudah melakukan revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar modern yang sehat .  Seperti, pasar Kelapa dua, pasar Sentiong Balaraja, Pasar Bintaro Mas, Pasar Bojongnangka, Pasar Cikupa, Pasar Serpong serta  pasar Jombang telah berhasil direvitalisasi.

Revitalisasi pasar tradisional sendiri dilakukan dengan membangun fisik pasar tradisional kemudian melakukan penataan pasar dengan sarana penunjang, misalnya areal parkir, los pedagang yang telah di klasifikasikan, sarana ibadah, sarana keamanan kemudian penataan limbah pasar sampai pada  penyediaan sarana genset listrik dimana digunakan sebagai antisipasi pemadaman listrik.

Tidak ada Kesan kotor, bau, becek bahkan tidak sehat di pasar tradisional tersebut karena semua itu  telah sirna yang ada hanya pasar yang nyaman , aman dan sehat.  Namun demikian masih terdapat beberapa pasar tradisional yang belum ditata terutama pasar yang terdapat di jalur utama jalan Raya Serang.

Sumber: Berbagai Sumber

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita