284 Rabu, 28 Oktober 2015 | 12:58:30

BPJS Letakkan dana Rp20 Triliun di BTN Untuk Rumah Pekerja

BPJS Letakkan dana Rp20 Triliun di BTN Untuk Rumah Pekerjaberitasatu

Demi untuk mendukung program pembangunan perumahan bagi pekerja maka Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mendukung penuh dalam pembiayaan rumah bagi pekerja.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Bank BTN untuk mendukung pembiayaan perumahan yang akan di sediakan bagi para pekerja.

BPJS dalam dukungannya akan menempatkan dananya sebesar Rp20 triliun di BTN sebagai bank spesialis perumahan tersebut. Para pekerja yang sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan minimal sudah bergabung selama satu tahun serta memenuhi persyaratan untuk memperoleh fasilitas perumahan dapat memanfaatkan program perumahan pekerja yang telah di fasilitasi oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan BTN.

Dalam hal ini Bank BTN akan memberikan fasilitas  seperti KPR, kredit konstruksi, serta pinjaman uang muka. Hal ini merupakan kerja sama yang sifatnya sinergitas yakni antara dua lembaga didalam mendukung program perumahan yang ditujukan bagi para pekerja yang juga anggota dari BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Maryono, Direktur Utama Bank BTN, usai penandatanganan kerja sama di Kantor Pusat BPJS Jakarta, Selasa (27/10), hal ini merupakan komitmen bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BTN  untuk menjawab kebutuhan perumahan yang ditujukan untuk para kalangan pekerja. Dengan demikian program ini akan menjadi penempatan rekening dalam bentuk deposito di Bank BTN dengan dana yang bersumber dari dana jaminan hari tua atas nama BPJS.

Kerja sama antara Bank BTN dengan BPJS sudah pernah dilakukan pada tahun 2006. Keduanya meluncurkan program perumahan bagi peserta BPJS yang dulu disebut  Jamsostek. Program tersebut berupa kredit pemilikan rumah sederhana sehat Jamsostek (KPRSHJ), KPR Jamsostek (KPRJ), dan kredit konstruksi Jamsostek (KKJ). Pada tahun 2008 kerja sama tersebut berubah menjadi pinjaman uang muka (PUM) dan  dana yang  disalurkan lebih dari Rp560 miliar yang dipergunakan untuk 29.945 unit rumah.

Peserta BPJS yang akan mengajukan KPR akan diberlakukan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di Bank BTN. Suku bunga yang diberikan mengacu pada BI Rate ditambah 3 persen per tahun. Untuk pinjaman program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bunganya tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sumber: housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita