292 Kamis, 22 Oktober 2015 | 16:33:25

Monorel Transportasi Massal Berbasis Kereta Dari Swasta-Pemda

Monorel Transportasi Massal Berbasis Kereta Dari Swasta-Pemdasiperubahan

Transportasi massal yang berawal dari proyek usulan massa yang datangnya dari swasta dan pemerintah daerah, hal ini menjadi perhatian bagi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengingatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator transportasi dalam hal  penerbitan izin. Melihat dari adanya kasus monorel, maka dalam hal ini pemerintah sangat berhati-hati dengan proyek kereta swasta ini.

Sampai detik  ini belum ada proyek pengembangan angkutan massal  yang berbasis kereta atas ajuan dari pihak swasta dan pemda yang berjalan sukses  dan beroperasi dengan lancar.

Pada dasarnya, pemda dan swasta hanya sebatas mengajukan tanpa mempunyai pendanaan yang kuat. Dampak dari proyek kereta mangkrak di tengah jalan seperti kasus monorel yang terjadi di Jakarta atas usulan PT Jakarta Monorail.

Menurut Bambang Prihartono, mengatakan bahwa selama ini inisiatif mengenai pembangunan angkutan massal swasta dan pemda belum ada yang sukses. Dalam hal ini diperlukan kehati-hatian atas  inisiatif daerah dan swasta. Karena itulah pemerintah sangat berhati-hati dan jangan sampai peristiwa  monorel DKI yang tidak berjalan lancar terulang lagi.

Setelah  pekerjaan yang tidak tepat waktu tersebut menyebabkan, proyek-proyek tersebut  meninggalkan aset hingga kewajiban yang pada akhirnya harus ditanggung oleh pemerintah pusat. 

Dengan demikian, proyek transportasi missal  tersebut harus diambil berdasarkan mayoritas pembiayaan dan pengembangannya oleh pemerintah pusat.

Bisa di ambil contoh, misalnya pemerintah pusat memiliki andil di dalam mendukung pembiayaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sampai Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek juga tram di kota Surabaya. Adanya pemerintah pusat, yang mendukung pembiayaan sampai pada pembangunan sehingga membuat proyek menjadi lebih fleksible ataudapat dikatakan  layak jika ditinjau dari segi bisnis.

Jika ada proyek inisiasi atau penugasan kesuatu  daerah, maka dalam hal ini pemerintah pusat harus bisa melakukan pengawasan yang lebih terfokus.

PT Jakpro bangun LRT di DKI, diminta Pak Gubernur DKI untuk membangun LRT di beberapa koridor. Jakpro hanya sanggup menyelesaikan di tahap pertama. Hal ini disebabkan karena pihak tersebut tidak cukup dana, namun mereka terlanjur menyanggupi proyek tersebut.  Oleh karena itu pemerintah sangat berhati-hati, jangan sampai kasus monorel seperti ini terulang lagi. Apabila memang kelihatan sudah tidak sanggup sebaiknya (Kemenhub) harus segera mengambil alih serta memperhatikan payung hukumnya.

Seperti yang diketahui, rencana pembangunan tiang-tiang monorel telah terhenti sejak tahun 2004 lalu. Padahal, tiang-tiang tersebut sudah di bangun di kawasan kuningan hingga Senayan. Hingga saat ini tercatat ada 160 tiang monorel di kawasan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke secara resmi menghentikan masa perjanjian yang disepakati pada 19 September 2011 terdahulu, sebagai pengembang dan investor monorel  PT Jakarta Monorel adalah PT Jakarta Monorel. Dengan adanya pemberhentian tersebut maka pihak PT Jakarta Monorel meminta penggantian biaya investasi sebesar Rp 600 miliar.

Pada saat adanya penegasan bahwa akan ada penggantian sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan bahwa  pembayaran ganti rugi bisa dibayarkan kepada investor monorel maksimal sebesar Rp 204 miliar.

Pada waktu masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Jokowi, proyek monorel sempat dilanjutkan tetapi pada akhirnya dihentikan karena adanya masalah dalam hal pendanaan.

Mulanya proyek monorel direncanakan akan dibagi menjadi dua jalur, yaitu jalur hijau dan jalur biru. Proyek monorel tersebut  diperkirakan sanggup mengangkut sebanyak 120 ribu orang per hari. Untuk monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan beroperasi dari Semanggi ke Kuningan. Sementara, jalur biru sepanjang 12,2 kilometer akan beroperasi dari Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang sampai ke Roxy.

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita