264 Senin, 12 Oktober 2015 | 18:03:43

Industri Properti Menurun Pengembang Mulai Bidik Konsumen Pek

Industri Properti Menurun Pengembang Mulai Bidik Konsumen PekKredit gogo

Dengan kondisi yang saat ini terjadi di Indonesia, dimana perlambatan pertumbuhan laju ekonomi yang sangat menurun drastis menjadikan minat atau daya beli masyarakat di sektor properti juga menurun dan mengendur.

Keadaan tersebut dilihat dari berkurangnya daya beli para investor, dimana yang biasanya membeli properti untuk investasi dan yang lainnya, tetapi dengan situasi yang seperti ini terbukti banyak yang menahan diri untuk mengurungkan niatnya dan berpikir ulang untuk membeli properti walaupun sekedar berinvestasi.

Akan tetapi, hal tersebut tentu tidak akan menghentikan perubahan dari para pengembang properti. Dimana target para pengembang sebelumnya adalah menengah atas, tetapi setelah melihat situasi yang saat ini terjadi, maka pihak pengembang memutuskan untuk mengalihkannya kepada pangsa pasar kalangan pekerja menengah bawah, khususnya untuk hunian tipe apartemen.

Direktur Utama Kopelland Bogi Aditya menuturkan, saat ini sektor properti sedang bergerak lambat, tapi tetap ada keyakinan di dalamnya bahwa akan segera meningkat, tergantung bagaimana kita melihat apa yang bisa dibangun untuk saat ini, agar sektor properti tetap dalam kondisi stabil. Target kami saat ini adalah membuat hunian untuk para para pekerja dengan gaji di atas Rp5 juta per bulan.

Menurutnya, jika membidik pada segmen pekerja menengah, antusiame yang akan di terima sangat tinggi dan pastinya menjanjikan sekali. Karena mereka terbilang masih muda dan saat ini pasti membutuhkan hunian. Akan tetapi, dengan pendapatan atau income yang masih terbilang pas-pasan mereka pun butuh hunian yang ramah dengan kantongnya atau sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

Untuk kalangan menengah ke bawah, biasanya akan lebih mementingkan kebutuhan utamanya terlebih dulu, seperti makan dan transportasi. Kemudian setelah itu baru kebutuhan yang sekunder, dan barulah memikirkan tentang hunian," tuturnya.”

Disamping murah, segmen pekerja muda pun biasanya memilih tempat tinggal yang dekat dengan tempat mereka bekerja dan beraktivitas setiap harinya, serta jalur yang mudah dijangkau.

Sekitar 80 persen waktu yang di miliki oleh para pekerja muda dihabiskan hanya untuk bekerja. Untuk pihaknya, dan saat ini pihak pengembang telah berencana untuk membangun apartemen seharga Rp270 juta di wilayah Swarnabumi Cikunir. Lokasi tersebut dianggap paling bagus, karena dekat dengan kawasan industri di Cikarang, Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung.

Dengan lokasinya yang dekat dengan tol JORR dan Bekasi-Cawang Kampung Melayu akan memudahkan akses jalannya. Selain itu adanya pembangunan LRT dan juga dekat dengan stasiun KRL. Jadi apabila melaju ke ibu kota juga mudah. “tandasnya.”

Selain aksesnya yang mudah, apartemen tersebut juga menawarkan dengan skema cicilan ringan, mulai dari uang muka kredit kepemilikan apartemen (KPA) nol persen. Jadi untuk cicilan awal Rp5 juta, sisanya dicicil Rp3 juta. “Tuturnya.”

 

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita