77 Jum'at, 09 Oktober 2015 | 16:23:55

Melemahnya Rupiah Memicu Lambatnya Kredit Properti

Melemahnya Rupiah Memicu Lambatnya Kredit PropertiProperti net

Melihat kondisi ekonomo Indonesia saat ini, menjadikan penurunan pada tingkat penjualan properti, hal ini yang saat ini dialami oleh beberapa pengembang untuk proyek-proyek terbaru mereka, dimana menyebabkan pertumbuhan suplai kredit di sektor properti juga mengalami perlambatan.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Agustus 2015, kredit pada sektor properti telah tercatat senilai Rp 597,9 triliun atau tumbuh sekitar 13,5 persen. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan pada Juli 2015  sekitar 13,6 persen secara tahunan.

Tingkat penurunan atau perlambatan pada kredit di sektor properti berasal dari kredit konstruksi yang tumbuh sekitar 21,4 persen setiap tahunannya dengan nilai Rp 166,6 triliun, atau lebih rendah dibandingkan Juli 2015, dimana angkanya sebesar 24,3 persen, hal tersebut menurut data Bank Indonesia (BI) .

Disamping itu, pada bulan Agustus 2015 untuk kredit real estate , kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit pemilikan apartemen (KPA) sudah tercatat mengalami pertumbuhan masing-masing 20,9 persen dan 8,0 persen setiap tahunnya. Untuk angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan bulan Juli 2015, dimana hanya sebesar 18,6 persen dan 7,6 persen setiap tahunnya.

Bulan Agustus 2015, untuk kredit real estate hanya tersalurkan sebesar Rp 100,1 triliun, sedangkan sebulan sebelumnya hanya mencapai nilai Rp 97,3 triliun. Untuk KPR dan KPA tercatat sejumlah Rp 331,2 triliun pada Agustus 2015 serta Rp 329 triliun pada Juli 2015.

Hasil diatas tersebut memberikan gambaran bahwa lesunya sektor properti saat ini mempengaruhi nilai jual properti, dan saat ini waktu yang tepat untuk Anda yang ingin menginvesatasikan dana Anda.

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita