245 Rabu, 07 Oktober 2015 | 17:20:44

Data Properti Market Kuartal Ketiga Tahun 2015

Data Properti Market Kuartal Ketiga Tahun 2015JLL

Jones Lang LaSalle (JLL), perusahaan termuka dari Amerika spesialisasi di bidang properti , mengadakan “Quarter 3 Media Briefing” di kantor BEJ pada hari Rabu, 7 Oktober 2015.  Acara ini dihadiri oleh beberapa media dan dari pihak JLL sendiri terdapat Bapak Joseph Lukito, Ibu Angela Wibawa, Bapak. Luke Rowe, Ibu Vivin Harsanto dan Bapak James Taylor.

Bapak James Taylor selaku Head of Research JLL menyimpulkan bahwa pasar properti di Jakarta yang melambat di beberapa kuartal terakhir ini akibat dari ekonomi makro dan perlambatan ekonomi. Harga sewa yang negative di gedung perkantoran grade A dan angka penjualan kondominium mewah yang rendah merupakan dampak dari perlambatan pasar.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan akan transaksi dengan Rupiah untuk menjaga nilai tukar Rupiah membuat para pemilik mall atau pemilik properti merubah strategi mereka. Data JLL untuk gedung perkantoran di daerah CBD (Central Business Distrik) dikuartal ketiga 2015 menunjukan bahwa penyerapan gedung perkantoran Grade A mencapai 19 ribu meter persegi, dengan persentasi 94% untuk GEdung perkantoran premium, 85% untuk Grade A, sedangkan grade B dan C di angka 92% dan 93%. Harga sewa juga mengalami penurunan dan gedung perkantoran baru yang akan jadi pada tahun 2018 akan mencapai 1.37 juta meter persegi.

JLL juga menyampaikan bahwa gedung perkantoran di luar CBD juga mengalami melemah dengan konsumsi di angka 57 ribu sampai pada saat ini dan tingkat hunian yang turun ke angka 86%. Tingkat sewa di daerah non CBD sudah mulai stabil di daerah ini dan pada tahun 2018 akan ada 950 ribu meter persegi pasokan baru untuk perkantoran di luar CBD.

Data untuk shopping mall terlihat tingkat serapan positif karena kondisi pasokan yang terbatas dan walaupun kondisi ritel yang melemah di kuarter ini tidak menjadikan para pemilik bisnis untuk menahan realisasi ekspansi. Hal ini terlihat dari tingkat occupancy yang cukup tinggi di angka 90%. Pada kesempatan ini pihak JLL untuk memberikan informasi properti terbaru dari kota Surabaya yang langsung dipresentasikan oleh Bapak Joseph Lukito.

Menurut Bapak Joseph Lukito, gedung perkantoran di Surabaya mengalami penurunan sebanyak 2%. Pusat perkantoran di Surabaya  terbanyak di CBD ada di Jalan Lokasi Rahmat dengan luas lebih dari 60 ribu meter persegi, sedangkan di luar CBD berada di daerah Selatan dengan total luas di angka hampir mencapai 105.000 meter persegi. Tahun 2020 akan ada peningkatan yang tajam akan ketersediaan gedung perkantoran. Peningkatan ini juga akan terjadi di sektor kondominium atau apartemen, dan diperkirakan akan ada sekitar 15,700 units yang akan jadi antara tahun 2015 sampai tahun 2018. Pihak pembangun atau developer yang aktif di Surabya adalah Pakuwon, Gunawangsa, Ciputra dan AKR Land.
JLL membahas topik spesial tentang nilai tukar rupiah terhadap US dolar dimana para developer dan pemilik property sudah taat mengikuti perubahan ini Pihak developer juga dianjurkan merubah beberapa strategis untuk menjaring pembelian property yang dibangun, seperti dengan mengeluarkan produk baru dengan konsep yang unik dan harga yang tidak terlalu mahal. Pihak JLL juga memberikan beberapa kunci untuk membantu mengatasi hambatan dilapangan dengan salah satunya membangun strategi jitu untuk mengeluarkan produk yang sesuai dengan tren market terbaru.

Sumber:Peluangproperti

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita