280 Senin, 05 Oktober 2015 | 13:22:50

Bisnis Properti Meningkat Berkat Peran Industri Pariwisata

Bisnis Properti Meningkat Berkat Peran Industri PariwisataCondotel Jogja

Indonesia merupakan negara yang kaya akan pariwisatanya, banyaknya ragam budaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata bagi lokal maupun asing.

Keindahan alam serta adat istiadat memberikan angin segar bagi kalangan Industri pariwisata, sehingga dapat turut menggairahkan bisnis properti di beberapa negara berkembang saat ini, termasuk Indonesia. Hubungan antara pariwisata dan properti sudah mulai tumbuh dan saling menggantungkan satu sama lain.

Industri pariwisata telah mempengaruhi real estate di beberapa negara berkembang, dimana dapat menciptakan hubungan saling bergantung. Dengan adanya hubungan ini, bisnis pariwisata sudah mendorong gerak pembangunan real-estate besar di dunia, contohnya dukungan pariwisata terhadap bisnis properti di tiga negara berkembang yaitu di negara Indonesia, Meksiko, serta Sri Lanka.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Indonesia, membuat berkembangnya infrastruktur. Tidak hanya untuk kapasitas, tetapi juga sebagai penarik agar jumlah pengunjung yang datang bisa lebih banyak.

Disaat wisatawan meningkat dan semakin banyak, itulah saat yang tepat, akan terjadi peningkatan permintaan pengembangan proyek baru, termsuk permintaan akan restoran, gerai ritel, serta hotel mewah. Pariwisata internasional, jika dilihat dari sudut finansial memungkinkan adanya pembangunan proyek-proyek baru, yang pada bagiannya dapat menarik lebih banyak wisatawan ke daerah.

Badan statistik dari Dinas Pariwisata Bali menyebutkan, bahwa pada tahun 2014, Bali menyambut 3,76 juta wisatawan, dimana angka tersebut meningkat 14,89% dibandingkan pada tahun 2013. Menurut Wealth Report 2015, yang dibuat oleh Knight Frank, bahwa harga real estate mewah di Bali untuk saat ini meningkat 15% dari tahun ke tahun.

Data untuk jumlah investor yang tertarik denga daerah yang mempunyai potensi bagus dan menguntungkan di daerah semakin meningkat. Mereka memilih berinvestasi dalam pengembangan properti komersial dan residensial disamping keuntungan yang di dapatnya sangat besar bisa untuk mengakomodasi masuknya wisatawan.

Mendorong Ekspansi

Faktor pendorong atau pengaruh industri pariwisata terhadap sektor properti juga terjadi di negara berkembang lain, seperti Meksiko dan Sri Lanka. Pada kuartal pertama tahun 2015 terlihat adanya peningkatan sekitar 8,9% pariwisata di Meksiko, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014 jauh berbeda. Dengan validasi ekonomi negara tersebut menjadi daya tarik bagi pengunjung internasional.

Para wisatawan tersebut mendorong pembangunan, serta membuat permintaan bagi perkembangan properti baru. Dampaknya, real estate komersial mendapatkan perhatian yang sangat serius dari investor properti internasional, yang mencari keuntungan dari proyek-proyek akomodasi pariwisata.

Kekuatan industri properti terhadap bisnis properti juga diakui oleh pelaku industri pariwisata Tanah Air. Salah satu CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter, Purnomo Siswoprasetijo, menuturkan, pengembangan tujuan pariwisata akan mendorong tumbuhnya dan meningkatnya properti kawasan. Karena Dari properti tersebut akan tercipta kota-kota mandiri.

Namun, menurut Purnomo, stock unit properti masih sangat kurang terutama pada properti resort dan daerah remote. Padahal, potensi pariwisata di daerah remote cukup besar. Karena untuk saat ini properti hanya tumbuh di kota. Seharusnya, properti dikembangkan ke daerah remote. Dengan begitu, masyarakat yang di daerah mendapat kesempatan sama untuk menikmati pembangunan.

Harus ada inovasi, dan pemerintah harus memberikan insentif yang cukup serta infrastruktur yang baik. Dengan demikian, maka para pengembang properti bisa memberikan investasi ke daerah – daerah baru tersebut,” ucap Purnomo.”

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita