216 Kamis, 01 Oktober 2015 | 15:48:28

Pikirkan Rumah Rakyat Dulu Baru Properti Asing

Pikirkan Rumah Rakyat Dulu Baru Properti Asingkompas

Pemerintah seharusnya lebih memikirkan perumahan yang benar-benar diperuntukkan bagi rakyat setelah itu barulah mempersiapkan properti bagi orang asing. Betul, mengenai kebijakan tentang kepemilikan properti untuk  Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia itu  sudah ada sejak lama.

Dalam hal ini,  WNA dapat memiliki properti namun harus dengan memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti WNA tersebut harus sudah lama tinggal di Indonesia dan memiliki pekerjaan tetap, properti yang dipilihnya pun harus apartemen.

Iwan Nurdin, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menilai, untuk memberikan kemudahan kepemilikan properti bagi WNA, saat ini sepertinya kurang tepat.

Apabila demand (permintaan properti) WNA tinggi maka pemerintah harus dapat mengantisipasi kenaikan harga properti dan mengerek harga (rumah dengan kelas) di bawahnya.

Jika pemerintah tidak mengantisipasi maka masyarakat menengah ke bawah akan semakin sulit untuk mendapatkan rumah murah. Meskipun pemerintah memberlakukan zonasi khusus, daerah ini akan secara eksklusif dimiliki orang asing.

Menurut Iwan, pemerintah juga harus bisa memperluas program perumahan bagi rakyat. Sejauh ini, pemerintah selalu menawarkan ke Singapura, Australia dan Malaysia dan membolehkan orang asing punya properti demi untuk menggairahkan sektor properti.

Iwan menjelaskan bahwa pemerintah tidak menerangkan secara jelas bahwa ketiga negara tersebut mempunyai program perumahan rakyat yang kuat. Negara Singapura, Australia dan Malaysia mempunyai tingkat kepemilikan rumah yang tinggi. Oleh karena itu pemerintah seharusnya menjamin dahulu kebutuhan rakyatnya, baru setelah itu pemerintah membuka keran kepemilikan asing.

Mengenai harga menurut Iwan dalam hal ini harga yang ditetapkan harus mahal, sebab di Malaysia, Singapura, dan Australia memberlakukan harga tinggi untuk properti asing. Dengan begitu, hanya orang asing kaya saja yang bisa membeli properti di Indonesia. Pada dasarnya, orang-orang inilah yang akan berbelanja dan akan membayar pajak yang cukup tinggi.

Sumber: kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita