208 Jum'at, 18 September 2015 | 15:02:33

Cegah Spikulan, Subsidi Rumah Di Berlakukan

Cegah Spikulan, Subsidi Rumah Di Berlakukandetik

Dunia bisnis properti saat ini meningkat drastis, dengan lemahnya rupiah terhadap dollar tidak menurunkan minat para pemburu properti.

Direktorat Jendral Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Syarif Burhanuddin menuturkan, sebanyak 3,1 juta orang Indonesia yang memiliki rumah lebih dari satu dan kebanyakan dari mereka bertujuan sebagai investasi jangka pendek.

Rumah yang telah di belinya, mereka jadikan sebagai instrumen investasi dan spekulasi. Hal ini yang menyulitkan pihak pemerintah guna mengetahui secara riel kebutuhan perumahan.

Menurut Syarif Burhanuddin, Angka 3,1 juta ini sangat tinggi mengingat kebutuhan perumahan sangat tinggi. Kita memang tidak mungkin melarang masyarakat melakukan investasi di sektor perumahan. Kalau untuk jangka panjang masih agak mending, yang terjadi saat ini rumah sudah dijadikan sebagai investasi jangka pendek.

Bentuk investasi perumahan semacam ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, dimana harga propertinya meningkat sangat cepat, tetapi hampir seluruh kota di Indonesia.

Tragisnya, di tengah kondisi yang seperti ini masih banyak orang yang membutuhkan dan kesulitan mengakses perumahan, karena faktor tertentu yang menjadi penyebab tidak mengetahui info tentang properti.

Salah satu cara untuk mengurangi masalah ini dengan menggalakkan program sejuta rumah, sehingga akan semakin banyak kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengakses perumahan.

Terutama dengan situasi saat ini yang dimana rumah-rumah kelas atas peminatnya menurun sementara rumah murah mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” Tandasnya.”

Dengan demikian, dapat di tarik kesimpulan bahwa pembangunan rumah murah ataupun properti dengan harga murah dan stabil akan menjadi incaran bagi para spikulan properti.

Ini juga menjadi tanggung jawab bagi pemerintah untuk bisa mengatasi hal ini, dan harus segera di selesaikan segera. 

Dunia bisnis properti saat ini meningkat drastis, dengan lemahnya rupiah terhadap dollar tidak menurunkan minat para pemburu properti.

Direktorat Jendral Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Syarif Burhanuddin menuturkan, sebanyak 3,1 juta orang Indonesia yang memiliki rumah lebih dari satu dan kebanyakan dari mereka bertujuan sebagai investasi jangka pendek.

Rumah yang telah di belinya, mereka jadikan sebagai instrumen investasi dan spekulasi. Hal ini yang menyulitkan pihak pemerintah guna mengetahui secara riel kebutuhan perumahan.

Menurut Syarif Burhanuddin, Angka 3,1 juta ini sangat tinggi mengingat kebutuhan perumahan sangat tinggi. Kita memang tidak mungkin melarang masyarakat melakukan investasi di sektor perumahan. Kalau untuk jangka panjang masih agak mending, yang terjadi saat ini rumah sudah dijadikan sebagai investasi jangka pendek.

Bentuk investasi perumahan semacam ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, dimana harga propertinya meningkat sangat cepat, tetapi hampir seluruh kota di Indonesia.

Tragisnya, di tengah kondisi yang seperti ini masih banyak orang yang membutuhkan dan kesulitan mengakses perumahan, karena faktor tertentu yang menjadi penyebab tidak mengetahui info tentang properti.

Salah satu cara untuk mengurangi masalah ini dengan menggalakkan program sejuta rumah, sehingga akan semakin banyak kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengakses perumahan.

Terutama dengan situasi saat ini yang dimana rumah-rumah kelas atas peminatnya menurun sementara rumah murah mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” Tandasnya.”

Dengan demikian, dapat di tarik kesimpulan bahwa pembangunan rumah murah ataupun properti dengan harga murah dan stabil akan menjadi incaran bagi para spikulan properti.

Ini juga menjadi tanggung jawab bagi pemerintah untuk bisa mengatasi hal ini, dan harus segera di selesaikan segera. 

 

Sumber :Housing Estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita