394 Kamis, 17 September 2015 | 11:47:13

Bantuan Pemerintah Untuk Rumah Murah Rp 60 Juta Per Orang

Bantuan Pemerintah Untuk Rumah Murah Rp 60 Juta Per Oranghousingestate

Upaya pemerintah untuk mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memiliki rumah, Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan aneka program kemudahan ataupun subsidi.
Program yang diberikan oleh pemerintah dalam hal ini  diantaranya adalah berupa fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), bantuan uang muka, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan lain sebagainya.

Mengenai program dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) konsep yang diberikan oleh  pemerintah adalah berupa menalangi pembiayaan sampai 90 persen sedangkan 10 persennya ditanggung oleh bank penyalur KPR.

Untuk subsidi selisih bunga (SSB) pemerintah juga menalangi selisih bunga pasar dengan bunga yang dibayarkan konsumen. Apabila bunga pasar yang berlaku saat ini adalah sebesar 12 persen, maka subsidi yang diberikan pemerintah adalah sebesar  7 persen.  Dengan begitu, masyarakat hanya membayar bunga sebesar 5 persen selama tenor kreditnya baik dari sisi FLPP ataupun SSB.

Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mengatakan, bahwa FLPP adalah merupakan dana bergulir sebab dalam kurun waktu tertentu dananya akan kembali lagi yakni melalui pembayaran angsuran yang dibayarkan  konsumen setiap bulannya, sedangkan untuk program SSB dana subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah akan habis.

Dilihat dari anggarannya maka SSB dinilai lebih berat sebab untuk membuat bunga menjadi 5 persen, pemerintah harus menalangi sekitar Rp250 ribu per bulan, jadi apabila dikalikan dalam  setahun dalam kurun waktu 20 tahun jumlahnya bisa mencapai Rp 60 juta.

Program subsidi perumahan ini di nilai pemerintah sangat memberatkan anggaran terlebih jika di tinjau dari pendapatan yang hilang dari pajak sebesar 10 persen. Namun demikian, baik skema dari FLPP ataupun dari SSB, tetap harus diadakan, guna untuk mempercepat penyerapan rumah murah dapat lebih mempercepat pengurangan backlog perumahan. Pada tahun ini, anggaran FLPP adalah sebesar Rp5,1 triliun dan sudah habis terserap  sedangkan pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar  Rp800 miliar untuk program SSB.

Maurin menyebut anggaran untuk tahun depan FLPP bisa mencapai Rp9,2 triliun, SSB sebesar Rp2,1 triliun, serta untuk bantuan uang muka sebesar Rp1,2 triliun. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai sekitar 600 unit rumah murah. Untuk anggaran FLPP akan diprioritaskan terlebih dahulu, apabila anggaran FLPP telah habis maka bisa  langsung diganti dengan program SSB.

Di Dirjen Pembiayaan Perumahan sendiri terus dilakukan pelatihan untuk mencari dan menciptakan skim pembiayaan perumahan yang lebih baik supaya tetap bisa membantu guna untuk mempercepat kalangan MBR didalam mengakses perumahan namun di sisi lain juga tidak terlalu memberatkan anggaran pemerintah.

“Setiap cara kita lakukan pelatihannya, seperti bunga fixed hanya dalam jangka waktu 10 tahun sehingga sisanya floating, atau MBR yang lebih mampu hanya diberikan bantuan uang muka saja sedangkan bunganya komersial, karena itulah segala cara  di lakukan untuk exercise-nya,” ucapnya.

Sumber : housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita