250 Jum'at, 11 September 2015 | 12:59:32

Pemerintah Tidak Serius Garap Sejuta Rumah

Pemerintah Tidak Serius Garap Sejuta Rumahkabarbisnis

Pemerintah berusaha untuk selalu fokus pada program pembangunan sejuta rumah, hal ini disebabkan karena adanya ancaman akan terjadinya backlog atau ketidak tersediaan atas  perumahan yang di nilai berpotensi secara signifikan dari tahun ke tahun sehingga dengan adanya kabar seperti itu membuat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lebih fokus dalam menangani pembangunan khususnya di sektor perumahan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Maurin Sitorus, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menjelaskan bahwa backlog tidak akan terkejar sampai pemerintahan ini berakhir, hal ini terjadi disebabkan apabila tidak ada kebijakan yang ditangani secara serius oleh pemerintah.

Penyebab dari permasalahan ini  adalah soal pendanaan yang akan di gunakan untuk pembiayaan Program Sejuta Rumah yang belum masuk dalam APBN 2015 dan anggaran ini sebenarnya  telah disusun pada tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan pada saat acara diskusi mengenai pembiayaan perumahan dengan tema "Mencari Alternatif Pendanaan Perumahan bagi MBR", bertempat di Jakarta Selatan, pada hari Kamis (10/9/2015) kemarin.

Berdasarkan dari permasalahan tersebut jika ditinjau dari sisi dana Kementerian PUPR tidak memiliki modal optimal untuk menggenjot Program 1 juta rumah pada tahun pertama. Sedangkan untuk anggaran FLPP senilai Rp 5,1 triliun pada tahun 2015 telah habis terserap pada bulan Juli guna untuk membiayai sekitar 76 ribu unit rumah untuk MBR.

Menurutnya, walaupun anggaran FLPP telah terserap, tidak berarti pemerintah lantas dapat bergerak lamban. Program pembangunan satu juta rumah tersebut terdiri atas 603.516 unit yang akan disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.484 unit untuk non-MBR. Pada tahun ini, pemerintah mengakui bahwa kondisi untuk merealisasikan sejuta rumah memang tidaklah semudah apa yang dibayangkan.

Sumeber: Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita