278 Kamis, 09 Juli 2015 | 14:47:13

JLL Bahas Kondisi Properti dan Kebijakan Baru Di Indonesia

JLL Bahas Kondisi Properti dan Kebijakan Baru Di IndonesiaJLL

Jones Lang Lasalle Indonesia atau yang dikenal JLL Indonesia mengadakan properti update untuk Quater kedua 2015 di kantornya terletak  BEJ, Jakarta pada tanggal 8 Juli 2015. Acara ini dihadiri oleh tiga tamu terhormat, yaitu Bapak Eddy Hussy yang menjabat sebagai Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia, Bapak Suryadi Sasmita, Wakil Ketua APINDO; serta Bapak Sulistiyo Wibowo yang pada saat ini menjabat Kepala Subdirektorat Pemotongan dan Pemungutan pph dan pph op, Direktorat Peraturan Perpajakan.


Acara ini dimulai pada pukul 11.30 dengan pembukaan tentang Properti Market Update dari Ibu Vivin Harsanto selaku Head of Advisory  di JLL Indonesia. Beliau memberikan informasi yang sangat bermanfaat tentang market update dalam kurun waktu 3 bulan belakangan terhadap seluruh sektor properti. Menurut Ibu Vivin Harsanto, kelanjutan perlambatan yang terjadi selama triwulan 1 tahun 2015 disebabkan oleh adanya  kondisi ekonomi, turunnya nilai rupiah serta persaingan ketersediaan pasokan properti.


Sektor yang memiliki dampak penurunan terbesar adalah sektor hunian. Penyebab lain dari perlambatan ini adalah kebijakan pengenaan Pajak Barang Mewah atau PPNBM, peraturan penggunaan mata uang rupiah untuk semua transaksi serta dibukanya kesempatan orang asing untuk memiliki properti di Indonesia. Akibatnya para pembangun serta calon investor mengambil langkah “wait and see” serta mempersiapkan strategi untuk menyesuaikan kebijakan baru tersebut di atas.


Pada kesempatan ini, JLL juga memberikan up-to-date report  seputar properti baik dari demand and supply baik untuk market jual beli atau sewa di sector perkantoran, mall, perumahan termasuk apartemen dan sektor properti industri. Bapak Todd Lauchlan selaku Country Head JLL Indonesia menyimpulkan kondisi properti pada saat ini mengalami perlambatan, tetapi para investor baik lokal maupun asing masih cukup optimis dengan market properti Indonesia dengan adanya beberapa kerjasama antara investor asing dengan developer lokal baik dalam sektor hunian, komersial atau industri. Beliau juga mengharapkan kondisi ekonomi dapat membaik untuk kedepannya.


Suryadi Sasmita, Wakil Ketua APINDO mengatakan bahwa hanya di Indonesia orang asing tidak  boleh beli properti  sedangkan orang Indonesia sendiri dapat membeli properti di luar negeri . Kebijakan orang asing membeli properti di Indonesia mendapatkan pro dan kontra dari berbagai kalangan. Bagi kalangan yang kontra mengenai kebijakan orang asing yang diberikan oleh pemerintah perihal pembelian properti di Indonesia adalah kekhawatiran akan harga properti yang semakin tinggi. Sisi positif yang dapat diambil apabila orang asing membeli properti di Indonesia diantaranya adalah dengan membeli properti di Indonesia maka orang asing tersebut dapat menanamkan uangnya di Indonesia dan Indonesia mendapatkan pemasukan pajak dari pembelian tersebut.

Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita