209 Kamis, 28 Mei 2015 | 09:58:41

Program Sejuta Rumah Masih Kurang Modal

Program Sejuta Rumah Masih Kurang Modalhousingestate

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pelaksanaan program sejuta rumah telah disiapkan sebesar Rp 5,1 triliun, namun dana sebesar ini hanya mampu membiayai program Sejuta Rumah ini hingga bulan Juli 2015. Karena itulah dana sebesar ini dinilai masih kurang sehingga pemerintah meminta kepada pihak-pihak terkait untuk dapat berkerjasama agar program ini tidak putus ditengah jalan.

Maurin Sitorus, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengatakan bahwa demi untuk menutupi kekurangan dari anggaran tersebut pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah diantaranya dengan mempergunakan dana dari sisa hasil lelang.

Program Sejuta rumah ini sangat didukung oleh Presiden Joko Widodo sehingga tidak terlalu mengkuatirkan. Presiden, sendiri mengatakan bahwa tidak perlu dikhawatirkan karena pasti didukung pemerintah dan mengenai dana FLPP itu tergantung penyerapan suplai rumah itu sendiri.
Dana sebesar Rp 100 triliun apabila sebesar 5 persen tidak terserap, maka aka nada sekitar Rp 5 triliun dana yang dapat dipergunakan.

Kementerian PUPR, Maurin juga menjelaskan bahwa keterlambatan penyerapan membuat sisa hasil lelang semakin besar dan dalam hal ini Kementerian PUPR akan banyak memiliki proyek infrastruktur. Seperti, proyek Bina Marga senilai Rp 45 triliun, kemudian proyek Sumber Daya Air senilai Rp 30 triliun dan proyek Cipta Karya sebesar Rp 20 triliun. Proyek-proyek ini dilelang untuk dilaksanakan pihak ketiga yakni para kontraktor. Dengan adanya pelelangan barulah dapat dilakukan penghematan.

Wewenang untuk mengalokasikan sisa dana dari hasil lelang dikuasakan ke Menteri Basuki Hadimulyono yang selanjutnya diteruskan ke dirjen lainnya termasuk Dirjen Pembiayaan Perumahan.

Maurin juga menambahkan agar program pembangunan perumahan ini bisa benar-benar terjangkau oleh masyarakat, maka diperlukan adanya subsidi selisih bunga oleh pemerintah.

Sebagai contoh rumah seharga Rp 100 juta dengan suku bunga sebesar 12,5 persen, artinya dalam setahun bunga ini sebesar Rp 12 juta. Jika dilihat dari angka ini maka masyarakat yang membeli rumah melalui KPR hanya dibebankan sebesar Rp 5 juta sedangkan untuk sisanya yakni sebesar Rp 7 juta dibayarkan oleh pemerintah.

Dana tersebut adalah dana hangus, jadi ada beberapa dana yang ditanggung oleh pemerintah. Misalnya jika ada 500 unit rumah kemudian dana yang harus ditanggung pemerintah adalah sebesar Rp 7 juta maka tinggal dikalikan saja, jadi dana yang ditanggung pemerintah sebesar Rp 3,5 triliun. Dana ini diluar dana yang Rp 5,1 triliun, jelas Maurin.

Jusuf Kalla, selaku Wakil Presiden telah menginstruksikan kepada pihak yang terkait untuk mendanai program sejuta rumah.

Mekanismenya saat ini masih terus dibahas oleh Kementerian Keuangan dan PUPR.  Untuk Fasilidas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 25 triliun. Dana ini berasal dari Bendahara Umum Negara atau BUN, dan merupakan dana bergulir yang ada di Kementerian  Keuangan dan tidak masuk pagu indikatif PU.

Sumber : propertikompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita