215 Selasa, 21 April 2015 | 10:31:24

BTN Bentuk Housing Index dan Housing Finance Center Training

BTN Bentuk Housing Index dan Housing Finance Center Trainingpossore

Terbentuknya Housing Index dan Housing Finance Center Training yang diprakarsai oleh Bank Tabungan Negara ini karena banyaknya kebutuhan masyarakat akan sebuah tempat tinggal dimana satu sisi masyarakat masih sangat minim tentang program rumah murah dan sistem pembayarannya.

Dengan adanya BTN Housing Index diharapkan dapat menjadi sumber bagi kemajuan industry properti di Indonesia serta dapat dijadikan sebagai keputusan didalam menetapkan tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhannya, demikian yang disampaikan oleh Mansyur S. Nasution, Direktur BTN saat selesai meresmikan Office Of BTN Housing Finance Center di bilangan Menteng Jakarta PUsat pada hari Senin (20/4/2015).

Mansyur  juga berpendapat bahwa persoalan yang ada mengenai perumahan di Indonesia sangatlah membutuhkan sebuah perhatian khusus agar dapat menemukan solusi yang tepat dalam penanganannya. Rumah adalah sebuah kebutuhan primer bagi masyarakat setelah sandang dan pangan. Oleh karena itu Bank Tabungan Negara memprakarsai terbentuknya Housing Index agar dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam mempertimbangkan didalam mengambil sebuah keputusan ataupun hal-hal keputusan lainnya yang berkaitan dengan perumahan.

Kehadiran BTN Housing Index (BTNHI) di harapkan dapat membantu pemerintah dan pengembang serta masyarakat terkait mengenai bisnis pembiayaan perumahan. Index mengenai bisnis pembiayaan perumahan secara nasional terangkum dalam BTNHI.  Semua data yang ada sangat terukur mengingat data yang dipakai adalah kredit-kredit yang disalurkan Bank Tabungan Negara kepada industry perumahan secara nasional.

Menurut Mansyur, BTNHI dapat difungsikan sebagai sarana untuk mengetahui potensi bisnis pembangunan perumahan bagi wilayah tertentu, dan bisa melihat mengenai pertumbuhan harga-harga properti di suatu daerah. Sarana ini sangat penting terutama didalam pengambilan kebijakan bagi stakeholder yang menyangkut pada program perumahan nasional.

Dalam hal ini  Mansyur S. Nasution sebagai Direktur Bank Tabungan Negara sangat optimis bahwa BTN Housing Index akan menjadi sarana yang paling efektif didalam pengembangan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia sebab ditangani langsung oleh sumbernya. Sebagai contoh, untuk rumah tapak secara nasional tipenya dibawah 36 m2 tumbuh melambat pada triwulan IV di tahun 2014, kemudian pada periode-periode sebelumnya mengalami kenaikan. Catatan BTNHI untuk tipe ini adalah sebesar 118,9 atau tumbuh sebesar 3,84 persen.

Sedangkan harga rata-rata pada umumnya untuk tipe rumah jenis ini kenaikkannya sebesar 3,99 persen atau tumbuh lebih rendah jika dibandingkan pada Triwulan II dan III pada tahun 2014 yang mengalami kenaikkan masing-masing sebesar 8,55 persen dan 8,79 persen. Untuk harga rata-rata pada tipe jenis ini tercatat sebesar Rp 221,3 juta yakni pada triwulan IV ditahun 2014 yang lalu.

Sumber: beritasatu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita