208 Kamis, 16 April 2015 | 11:18:42

Ketika Rumah Seharga Rp 2 Miliar Bukan Termasuk Barang Mewah

Ketika Rumah Seharga Rp 2 Miliar Bukan Termasuk Barang Mewah Ilustrasi

Penilaian rencana yang akan dikeluarkan pemerintah mengenai penambahan terhadap obyek penerimaan pajak dengan cara menurunkan batas pengenaan PPh Passal 22 Undang- undang No 36 Tahun 2008, berisi tentang PPnBM (Pemungutan Pajak Barang Mewah) terhadap properti yang sebelumnya dengan harga jual awalnya Rp 10 miliar menjadi properti dengan harga diatas Rp 2 miliar dirasa kurang tepat.

Alasan dinilai kurang tepat karena kondisi yang lambat terhadap properti pada kuartal I di tahun 2015, dengan adanya kebijakan tersebut membuat tingkat penjualan terhadap hunian diatas Rp 2 miliar semakin menurun. Penurunan tersebut khususnya terjadi di wilayah Jabodetabek, karena hunian dengan harga Rp 2 miliar dinilai terlalu besar.

Vivin Harsanto selaku Head of Advisory JLL Indonesia menyatakan bahwa rencana kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut dinilai kurang tepat, karena jika kebijakan tersebut benar dikeluarkan maka penjualan properti pada area Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi mengalami penurunan hingga 40%.

Menurutnya properti dengan harga Rp 2 miliar diarea tersebut bukan lagi termasuk terhadap barang mewah, karena harga tersebut sudah masuk kedalam pasar menengah saat ini.

Kebijakan ini mungkin tidak terlalu membebani para pengembang, namun hal tersebut akan terasa berat bagi para penghuni pada properti dengan nilai harga jual Rp 2 miliar tersebut.

Para pengembang dapat menyiasati kebijakan tersebut dengan mengurangi ukuran pada bangunan yang akan dijualnya, namun kualitas hidup para pembeli hunian tersebut akan berkurang.

Vivi menegaskan bahwa dia tidak keberatan dengan adanya kebijakan tersebut, namun dia berpendapat bahwa nilai harga jual terhadap properti yang dikenakan PPnBM tersebut dirubah nilainya.

Solusi lain yang dapat mencegah adanya penurunan terhadap penjualan hunian diatas Rp 2 miliar juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan zonasi terhadap wilayah yang terkena PPnBM dengan nilai diatas Rp 2 miliar tersebut, karena definisi terhadap barang mewah berbeda- beda pada setiap daerah.


Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita