146 Kamis, 05 Maret 2015 | 15:28:00

Apartemen Butuh Satgas Khusus Sebagai Pengelola

Apartemen Butuh Satgas Khusus Sebagai PengelolaIlustrasi

Ketua Apersi Ibnu Tadji menerangkan bahwa dengan adanya berbagai permasalahan yang terjadi belakangan ini terhadap pengelolaan apartemen dan rusunami, maka harus dibentuk satgas pengelola bangunan tersebut.

Undang- undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (UU Rusun) Pasal 75 Ayat 11, telah menerangkan tentang peraturan pemerintah dalam melakukan pengawasan bangunan ini.

Oleh sebab itu pemerintah membuat satuan tugas dalam pengelolaan apartemen dan rumah susun ini.

Pada saat ini himbauan dan sosialisasi bukan hal yang tepat untuk dijadikan sebagai pengelolaan bangunan itu.

Permasalahan yang kerap terjadi hanya akan terselesaikan jika pemerintah turun tangan secara langsung dalam menangani masalah ini.

Jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan, maka keadaan ini akan terus berlanjut. Setelah pemerintah turun tangan, maka pengembang hanya akan akan diikutsertakan dalam pembangunan saja.

Besar harapan dari masyarakat, agar pemerintah lebih memperhatikan pengelolaan apartemen dan rusunami. Semuanya akan menunggu keputusan dari pemerintah dan harus ada alternatif dalam menyelesaikan maslah ini. Jika tidak cepat diselesaikan, maka akan sering disalah gunakan oleh pengembang dan akan merugikan konsumen (masyarakat).

Orang- orang yang tergabung dalam satgas harus orang yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan, sehingga masalah tidak akan terjadi untuk kesekian kalinya.

Pemerintah harus bisa memilih orang- orang yang dapat dipercaya, jangan sampai setelah dibentuknya satgas tersebut masih terjadi permasalahan yang sama maka tidak akan berpengaruh sama skali terhadap masalah ini.

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita