389 Jum'at, 27 Februari 2015 | 10:41:56

Program Sejuta Rumah Masih Mimpi

Program Sejuta Rumah Masih Mimpipropertibisnis

Di tahun 2015 ini pemerintah merencanakan akan membuat program sejuta rumah yang di peruntukkan untuk masyarakat yang belum memiliki rumah dan berpenghasilan standar. Namun sebentar lagi kita akan memasuki bulan ketiga pada tahun 2015 ini, dan pada kenyataannya  pemerintah tak kunjung bergerak merealisasikan program pembangunan satu juta rumah.

Sementara Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyediaan Rumah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanudin, mengatakan, bahwa hingga saat ini belum dapat memastikan kapan rumah untuk rakyat tersebut  akan mulai dibangun.

Beliau menjelaskan bahwa tanggungjawab pemerintah dalam pembangunan program satu juta rumah hanya sebesar 10 persen , sedangkan sisanya, dikerjakan oleh pengembang.

Menurut, Syarif, saat di jumpai di kantornya oleh Kompas, (Kamis 26/2/2015) bahwa rencananya pada April tahun ini namun untuk lebih jelasnya  belum dapat saya sampaikan karena masih proses.

Syarif juga mengatakan untuk pengecekan lahan dan kesiapan pemerintah daerah harus benar-benar di pastikan sebelum perumahan tersebut dibangun. Mengenai lahan harus dipastikan kesiapannya dengan kata lain tidak ada masalah yang menyangkut akan lahan tersebut.

Syarif sendiri belum dapat memastikan daerah mana yang akan dibangun lebih dulu, menurut beliau tidak ada istilah duluan namun akan secara bersama-sama dilakukan pembangunannya dan mulai di Jakarta.

Mengenai kepastian soal lahan yang akan di bangun, hari ini Jum’at (27/2/2015) akan di adakan pertemuan kembali dengan para Bupati.

Sementara menurut Syarif mengenai lahan yang telah siap untuk di bangun sepenuhnya ada di daerah Jawa Tengah, hal ini berdasarkan dari informasi yang di dapat dari Ketua REI Jawa Tengah yakni Eddy Hussy.

Mengenai lahan, Syarif menitik beratkan bahwa lahan yang akan di gunakan untuk pembangunan sejuta rumah ini lebih di bebankan kepada pengembang. Dalam hal ini jika di lihat dari banyaknya rumah yang akan di bangun maka pengembang di berikan tanggungjawab dan beban lebih besar ketimbang pemerintah.

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita