142 Sabtu, 14 Februari 2015 | 09:21:31

Pembangunan Properti Mengonversi Lahan Serapan Air

Pembangunan Properti Mengonversi Lahan Serapan Airpewartaekbis

Pada hari senin (9/2/2015)  beberapa lokasi di kota Jakarta terendam banjir. Hal ini tentu saja menjadi pusat perhatian bagi pemerhati lingkungan yakni Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi. Menurut Walhi, permasalahan banjir tidak didasari oleh turunnya hujan yang terus menerus dan bukan juga dikarenakan tidak berfungsinya pompa air, tetapi banjir yang terjadi di karenakan kondisi permukaan tanah yang terus turun serta ruang terbuka hijau (RTH) yang semakin tergerus akibat padatnya pengembangan properti.

Puput TD Putra, Direktur Walhi Jakarta, mengatakan bahwa pembangunan properti yang kian padat secara tidak langsung telah mengonversi lahan resapan air. Ruang terbuka hijau (RTH) telah di sulap menjadi gedung-gedung komersial, apartemen, ruko,mall, dan lain sebagainya.

Pengembang properti telah sampai pada teluk Jakarta hal ini semakin membuat kondisi lingkungan menjadi semakin parah, zona terlarang pun telah di rambah oleh pengembang properti melalui pengembang reklamasi.

Perlu untuk di pahami bahwa kota Jakarta itu berada di dataran rendah jadi berdasarkan hukum alam, air mengalir ke tempat yang lebih rendah dan kemudian mencari muara. Hal ini sepertinya yang masih kurang di pahami oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan para pengembang .

Menurut Puput, dengan adanya proyek reklamasi di teluk Jakarta yang pengerjaannya di awali dengan pengerukan tanah, hal ini menyebabkan air laut naik dan mengakibatkan aliran air sungai terhambat dengan demikian terjadilah pengendapan lumpur.

Dalam hal ini seharusnya pemerintah melakukan penertiban mengenai peraturan di bidang lingkungan dengan tujuan agar dapat mengembalikan RTH pada fungsinya, serta menormalisasikan kembali Teluk Jakarta.

Bukan hanya itu, akan tetapi semua elemen yang berhubungan dengan penanganan lingkungan di kota Jakarta harus dapat memahami karakteristik Jakarta. Jika semua pihak bisa memahami serta dapat bersinergi dengan program yang sedang dijalankan maka hal ini dapat menjadi solusi dalam menangani banjir Jakarta.

Sumber: Kompas



📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita