2 Rabu, 28 Januari 2015 | 11:33:00

Membeli Apartemen Dikenakan Pajak Barang Mewah

Membeli Apartemen Dikenakan Pajak Barang Mewahbisnis

Berdasarkan Revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 253/PMK.03/2008 bahwa semua yang membeli apartemen akan dikenakan Pajak Barang Mewah. Peraturan mengenai kebijakan ini di anggap mempersulit masyarakat didalam mendapatkan hunian, hal ini dikarenakan untuk pembelian properti diatas Rp 2 miliar akan dikenakan Pajak Penghasilan atas barang mewah.

Sebelum peraturan mengenai Pajak Barang Mewah di revisi , pembelian properti di atas Rp 10 miliar lah yang dikenakan pajak dan di ketegorikan sebagai barang sangat mewah.

Jika membeli sebuah apartemen dengan harga Rp 2 miliar dengan luas 150 meter itu artinya harga permeternya Rp 13 juta . Sedangkan di DKI Jakarta untuk mendapatkan harga sebuah apartemen dengan harga permeternya Rp 13 juta sangat sulit, saat ini harga pasarannya sudah lebih dari Rp 20 juta per meter. Karena itulah makanya semua yang membeli apartemen akan di kenakan pajak barang sangat mewah, demikian yang disampaikan Teguh Satria, Ketua Kehormatan DPP Real Estate Indonesia.

Menurut Teguh, sebaiknya pemerintah meninjau ulang peraturan tersebut sebelum benar-benar direalisasikan. Sebagai contoh di Bekasi rumah seharga Rp 2 miliar tidaklah mewah padahal jika di lihat dari harga huniannya sangat tinggi untuk wilayah Bekasi akan tetapi hunian tersebut bukanlah merupakan hunian berkelas atas. Untuk daerah perkotaan,  saat ini pemerintah mulai mencanangkan kepada masyarakat perkotaan untuk menempati hunian vertikal, sedangkan untuk landed houses harganya sudah jauh lebih mahal.

Teguh juga menjelaskan, bukan karena ia menolak tentang kebijakan pemerintah namun, kebijakan pemerintah untuk memasukkan properti seharga Rp 2 miliar adalah termasuk barang mewah rasanya kurang tepat, olehkarena itu hal ini perlu di diskusikan dengan yang berwenang apakah kebijakan ini telah sesuai atau malah akan merugikan.

Yang termasuk barang mewah dan harus  kenakan pajak barang mewah adalah yang pertama pesawat terbang, kemudian kapal pesiar dan konsumen ataupun masyarakat yang membeli ataupun memiliki hunian yang berlebihan, jadi kurang tepat rasanya jika rumah Rp 2 miliar di masukkan kegolongan barang sangat mewah, demikian ucap Teguh.

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita