387 Rabu, 21 Januari 2015 | 11:18:59

Tempat Yang Tepat Untuk Investasi Ruko

Tempat Yang Tepat Untuk Investasi Rukohousingestate

Untuk berinvestasi ruko saat ini bukanlah keputusan yang bijak. Saat ini banyak sekali lokasi-lokasi yang sudah mapan dengan harga jual yang tinggi. Hal ini dikarenakan potensi pertumbuhan harga sudah kian menipis , demikian pula dengan aktivitas transaksi di pasar sekunder.

Menurut, Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit, kepada kompas, Senin (19/1/2015) bahwa ruko yang berada di kawasan-kawasan favorit seperti kawasan Kelapa Gading (Jakarta Utara), Serpong (Tangerang Selatan), Puri Indah (Jakarta Barat), dan Pondok Indah (Jakarta Selatan) akan mengalami penurunan ekonomi atau stagnasi. Ruko-ruko yang berada di kawasan tersebut juga harganya sudah terlalu tinggi,rata-rata harganya di atas Rp 2 miliar.

Dengan semakin tingginya harga jual ruko dikawasan itu maka potensi pertumbuhan harganya jadi menipis. Peluang untuk menaikkan harga jual hanya sekitar 10%.  Para calon pembeli  baik di pasar primer ataupun sekunder akan berpikir ulang dan akan menyesuaikan kembali dengan bisnis yang dijalaninya.
Untuk harga ruko senilai Rp 2 miliar atau bahkan sampai Rp 38 miliar, apakah cukup bijak jika bisnisnya hanya salon kecantikan atau makanan? Mungkin jika bisnisnya dealer mobil mewah masih dapat masuk logika. Karena harga ruko yang sangat tinggi itulah yang menjadikan para pembisnis untuk menjalankan bisnisnya di kawasan tersebut.

Panangian, menegaskan bahwa dengan harga ruko yang sudah menembus di harga Rp 2 miliar ke atas itu sudah tidak layak dan tidak akan laku. Misalnya ruko di St Moritz Puri Indah, mengalami kesulitan menjualnya dikarenakan pasar tidak sanggup untuk menyerapnya.

Namun menurut Panangian, ruko yang dibangun di kawasan perumahan yang baru berkembang akan lebih memiliki prospek lebih cerah karena pada dasarnya ruko akan mengikuti arah dari pengembangan perumahan tersebut.

Saat ini banyak sekali ruko-ruko yang dibangun menempel dengan perumahan baru. Kawasan inilah yang boleh dijadikan alternatif untuk membeli ruko dan dijadikan tempat bisnis karena ruko yang menempel pada perumahan lebih memiliki prospek cerah pada tahun ini.

Townhouse akan memiliki nasib yang serupa yakni lemah dalam hal penjualan, misalnya townhouse di kawasan Kemang dan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Hal ini di sebabkan townhouse memiliki pesaing apartemen kelas atas baik strata ataupun servis.

Untuk para pekerja asing yang telah memutuskan untuk bekerja dan tinggal di Indonesia atau ekspatriat yang bekerja di koridor TB Simatupang lebih menyukai tinggal di apartemen karena pertimbangan faktor keamanan, privasi dan praktis.

Para pekerja asing  mulai diawasi secara ketat oleh pihak imigrasi dengan menerapkan batasan usia pekerja sehingga tidak ada perubahan secara signifikan dalam tingkat serapan townhouse selama semester II di tahun 2014, hal ini berdasarkan catatan Colliers International Indonesia.

Kendati demikian, harga sewa untuk  townhouse diperkirakan  mengalami kenaikkan sekitar 10%  – 15 % atau 300 dollar AS – 400 dollar AS senilai dengan Rp 3,7juta – Rp 5.01 juta, hal ini lebih tinggi jika di bandingkan dengan harga sewa pada tahun 2014 lalu. Misalnya untuk townhouse di kawasan kemang dengan 3 kamar tidur disewakan dengan harga 5.000 dollar AS – 15.000 dollar AS atau senilai Rp. 62,7 juta hingga Rp. 188,2 juta per unitnya.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita