16 Selasa, 13 Januari 2015 | 11:12:27

REI meminta kenaikkan harga rumah besubsidi

REI meminta kenaikkan harga rumah besubsidiIlustrasi

Naiknya harga material dan bahan bangunan membuat biaya operasional dalam pembangunan rumah juga meningkat. Hal ini memaksa pengembang untuk menaikkan harga rumah. Tidak hanya perumahan komersil, perumahan bersubsidi juga dianggap perlu dinaikkan.

Ketua REI Cirebon, Wawan Setiawan menilai harga rumah bersubsidi perlu untuk dinaikkan 15 persen pada tahun ini. Menurutnya beban kenaikkan BBM bersubsidi pada akhir tahun kemarin membawa pengembang pada tekanan dilematis. Yaitu diwajibkan membangun rumah murah, sedangkan harga bangunan semakin mahal saja. Tingginya harga tanah dan harga bahan bangunan dirasa menyulitkan pengembang dalam menyediakan unit rumah bagi kalangan MBR. Demikian dikatakannya pada senin kemarin (12/01).

Dengan rencana pemerintah akan menggencarkan pembangunan rumah rakyat, Wawan merasa pengembang akan kesulitan untuk menyediakannya, alasannya belum ada harga baru untuk rumah bersubsidi. Walaupun demikian pihaknya akan terus mendukung program penyediaan rumah tersebut, salah satu caranya adalah mengadakan pameran properti secara berkala. Hal ini dilakukan agar konsumen tahu lokasi dan produk properti yang ditawarkan.

Keinginan Ketua REI Cirebon ini sejalan dengan usulan dari Ketua REI Pusat Eddy Hussy beberapa waktu lalu. Eddy Hussy menginginkan agar kenaikkan harga rumah MBR berkisar 15-20 persen flat secara nasional.

Menanggapi hal ini, Kementrian Pekekerjaan Umum dan Perumahan (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa setiap wilayah memiliki besaran harga masing-masing. Menurutnya sulit jika harga rumah rakyat dibuat flat secara menyeluruh. Sebab harga bahan bangunan seperti semen di Jawa dan di luar Jawa itu bisa berbeda.

Sedangkan dari DPD REI Palembang meminta agar pemerintah meninjau kembali peraturan Uang muka sebesar 30 persen yang diterapkan selama 2014 lalu. Dengan kebijakan ini, masyarakat kesulitan untuk membeli rumah. Menurut Ketua REI Palembang, Harriadi Begawan penjualan sepanjang 2014 tidak mencapai target.

Sumber : Tribunnews, Beritasatu, Bisnis



📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita