200 Senin, 05 Januari 2015 | 11:43:41

Membaca Peluang Properti 2015 di Indonesia

Membaca Peluang Properti 2015 di IndonesiaGedung di Jakarta

Peluang Properti di tahun 2015 ini dinilai para pengamat masih tertahan dan menunjukkan pasar yang lemah. Bahkan kemungkinan akan memasuki titik terendahnya. Namun dilihat dari sisi lain, masih ada prospek cerah yang akan tetap tumbuh.

Direktur Eksekutif IndonesiaPropertyWatch, Ali Tranghanda menulis di websitenya bahwa kondisi daya beli masyarakat masih tergerus akibat suku bunga KPR yang tinggi. Selain itu, kondisi pasar properti saat ini sudah hampir jenuh karena harga yang sudah sangat tinggi dalam tiga tahun ini (Minggu, 04/01/15).  

Dikatakannya pula dengan kenaikkan harga properti saat ini bisa menjadi over value karena tidak ada instrumen yang bisa mengendalikan harga properti. Kenaikkan BBM pada akhir 2014 tidak secara langsung mempengaruhi harga properti, dan turunnya BBM pun dinilai hampir tidak berdampak kepada kenaikkan harga properti.

Menurut Ali, pemerintah sebaiknya membuat instrumen yang bisa mengendalikan harga tanah yang selalu didominasi oleh pengembang. Ia mengusulkan agar pemerintah membentuk bank tanah dari lahan-lahan milik pemerintah untuk dibangun dengan sistem dan mekanisme yang baik terutama untuk pembangunan rumah rakyat.

MEA 2015
Di sisi lain, tahun 2015 memiliki banyak peluang bagi sektor properti, terutama sebagai tujuan investasi dari Asia Pasifik. Walaupun dirasakan kenaikkan harga properti begitu tinggi, ternyata harga properti dan sewa di Indonesia lebih murah dibandingkan negara tetangga. Kemudian Indonesia menempati peringkat investasi yang baik dalam sektor properti berdasarkan laporan Emerging Trend in Real Estate Asia Pasific.

Dari domestik, kebutuhan hunian di Indonesia masih sangat tinggi. Kebutuhan rumah tahun 2014 mencapai 15 juta rumah. Tentunya pemerintah dan swasta harus mampu memenuhi kebutuhan akan hunian tersebut. Tantangan selanjutnya di 2015 adalah pelaksanaan MEA 2015, dimana pengembang asing akan menjadi pesaing juga karena dibukanya gerbang untuk para pengembang asing di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi melambat mencapai 5,3 persen, diperkirakan pertumbuhan properti juga akan sejalan dengan tren perlambatan ekonomi Indonesia.

Sumber : IndonesiaPropertyWatch, Neraca, KoranSindo

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita