152 Jum'at, 12 Desember 2014 | 12:27:47

Reklamasi Harga Mati Untuk Atasi Kelangkaan Lahan

Reklamasi Harga Mati  Untuk Atasi Kelangkaan Lahanabaslessy.wordpress

Dalam beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan pada sektor properti sangat pesat. Akan tetapi, Jakarta yang merupakan pusat kota mengalami kelangkaan akan lahan, hal ini di sebabkan mahalnya harga lahan di kota Jakarta jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. Sulitnya lahan di kota Jakarta  sejak dahulu belum juga dapat di pecahkan. Penyebab dari masalah diatas adalah di karenakan lokasi, pengaturan tata ruang kota yang tidak jelas serta instansi yang menangani , hal ini disampaikan , Muhammad Yusuf Asy’ari , Mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) periode 2004-2009, ketika menghadiri seminar properti mengenai  “Geliat Investasi Kelangkaan  Lahan”, di  Jakarta,  minggu lalu.

Karena langkanya lahan di kota Jakarta, para pengembang banyak yang membangun dia area yang salah. Sebut saja di wilayah Jakarta Selatan, area ini merupakan daerah serapan air. Namun demikian para pengembang tetap saja membangun di area tersebut sehingga Jakarta kehilangan daerah resapan air. Menurut Matius Jusuf,  Direktur Agung Podomoro Land, meskipun ketersediaan lahan di Jakarta semakin langka akan tetapi permintaan pasar terhadap produk properti semakin tinggi. Oleh karena itu untuk menanggulangi kelangkaan pada lahan adalah dengan memperbaiki daratan di sepanjang pesisir pantai di wilayah Jakarta Utara.

Menurut Matius, pembangunan infrastruktur dinilai lambat, misalnya pada sistem transportasi seringkali mengalami gangguan teknis sangat berbeda dengan negara-negara maju. Mungkin tidak akan menjadi suatu masalah bagi masyarakat dalam menentukan lokasi tempat tinggal mereka, jika saja pemerintah dapat menyediakan transportasi yang super cepat, misalnya orang yang tinggal di Cikampek ataupun di luar kota Jakarta dengan menggunakan kereta super cepat dengan harga yang murah tentunya dapat tiba di Jakarta hanya dengan waktu 30 menit.

Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia terdiri dari 75 persen laut dan pulau sedangkan 25 persen pada daratan atau tanah. Penduduk Indonesia kian meningkat dan membutuhkan rumah yang banyak, melihat masih banyak orang Indonesia yang belum memiliki rumah. Maka reklamasi adalah menjadi pilihan untuk memecahkan masalah tersebut.

Matius menggambarkan, bahwa ada 20 negara yang telah melakukan reklamasi dan terbukti sukses yaitu Dubai di Uni Emirat Arab, Singapura, Hongkong, Tiongkok dan Korea Selatan.  Kepulauan Sentosa dan Marina Bay Sands di Singapura juga telah melakukan reklamasi, hingga kini kedua tempat tersebut menjadi pusat wisata dan ekonomi di Singapura.

Reklamasi tidak hanya untuk menyediakan lahan akan tetapi dapat memberikan lahan ekonomi masyarakat sekitar. Pemerintah juga akan membangun giant sea wall. Para pengembang juga akan melakukan penghijauan dan menyaringan air laut agar layak untuk di konsumsi. Para pengembang properti juga akan memperkerjakan beberapa tenaga kerja untuk mengerjakan pembangunan di pusat perbelanjaan, apartemen, perhotelan dan fasilitas lainnya.

Sumber : SH


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita