218 Kamis, 11 Desember 2014 | 14:29:11

Spanyol Melebarkan Sayapnya dalam Bisnis Perhotelan di Indone

Spanyol Melebarkan Sayapnya dalam Bisnis Perhotelan di Indoneghotw

Jaringan hotel global , Melia Hotels International asal Spanyol semakin ekspansif melebarkan sayapnya dalam bisnis perhotelan di Indonesia. Hal ini di lihat dari bertambahnya empat portofolio baru yang akan dikelola di empat lokasi yang berbeda.

Hotel –hotel yang akan dikelola adalah Hotel Melia Surabaya, Innside Yogyakarta by Melia, Innside Makassar dan Sol House Legian dan yang terbaru Melia Ubud di Bali.
Perjanjian kerjasama telah ditanda tangani manajemen pekan lalu antara Meliá Hotels International dengan PT Pilar Prambanan Investama yang merupakan tentakel bisnis perhotelan Podo Joyo Masyhur Group.

Fasilitas yang akan di berikan oleh Hotel Melia Ubud adalah mencakup 49 unit kamar mewah yang dilengkapi dengan ruang khusus untuk acara pernikahan, rileksasi dan spa dengan operator YHI Spa.
Merek Melia telah menjadi bagian dari pengembang ekspansi bisnis Melia Hotels International dan merek melia ini telah ada di Bali sejak 30 tahun yang silam, hal ini disampaikan Wakil Presiden Meliá Hotels International untuk Asia Pasifik, Bernardo Cabot.

Setelah Nusa Dua, Benoa dan Legian kini merambah ke Melia Ubud. Menurut Cabot, Indonesia merupakan tempat yang paling istimewa untuk Melia Hotel International. Melia Bali adalah perusahaan hotel internasioanal pertama yang dibuka Gabriel Escarrer, pada tahun 1985.

Hotel Gran Meliá Jakarta, Meliá Bali, Meliá Purosani, Sol Beach House Benoa Bali, dan Gran Meliá Bintan adalah hotel-hotel yang lebih dulu beropersi di Bali, kehadiran Melia Ubud maka akan menggenapi total sepuluh hotel Melia di Indonesia.

Melia Hotels tidak hanya masuk di di Indonesia melainkan di negara-negara di kawasan Asia Pasifik seperti Malaysia, Vietnam, Tiongkok dan Mongolia. Dengan di bukanya Melia Ubud otomatis akan menambah portofolio Melia Hotel di kawasan Asia Pasifik.

Letak Melia Ubud sangat strategis, hanya 45 menit berkendara menuju  Bandara Internasional Ngurah Rai Internasional sebagai bandara tersibuk ketiga di Indonesia.
Bali merupakan kota wisata terpopuler dengan tingkat pertumbuhan pengunjung terbanyak. Hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama sepuluh bulan, Januari-Oktober tahun 2014, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung melonjak hingga 16,77 persen atau sekitar 3,069 juta orang.

Sementara jumlah kunjungan untuk wisatawan domestik bertambah dari 8,4 persen menjadi 3,7 juta orang.
Selama Januari-Oktober 2014 tingkat penghunian kamar (TPK) bertambah hingga 2,26 persen lebih besar jika dibandingkan pada Oktober 2013 yaitu sebesar 62,6 persen. Sementara untuk pengunjung hotel berbintang tercatat diatas 50 persen.

Sumber: kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita