167 Rabu, 10 Desember 2014 | 12:44:48

Turunnya Harga Minyak Dunia Mempengaruhi Bisnis Properti Indo

Turunnya Harga Minyak Dunia Mempengaruhi Bisnis Properti IndoIdea Online

A Tony Prasetiantono, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan juga ekonom PT Bank Permata Tbk, ketika di wawancarai Kompas (9/12/2014), mengatakan bahwa harga minyak dunia mengalami penurunan menjadi 68 dollar AS per barrel, hal ini membawa dampak positif terhadap properti di Indonesia.  

Menurut Tony, sektor properti masih ada harapan baik dan memberikan peluang yang menjanjikan bagi para pengembang, asalkan para pengembang dapat mencari segmentasi terbaik untuk beragam variasi lokasi. Kuncinya terletak pada kejelian dan kreativitas  yang di miliki pengembang.

Karena adanya penurunan harga minyak dunia, maka membawa dampak positif bagi bisnis properti di Indonesia, sehingga properti akan tetap tumbuh. Dengan demikian di perkirakan pemerintah tidak lagi memberi subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis premium RON 88. Sehingga negara akan memiliki tambahan dana senilai Rp 291 triliun.

Dana tambahan tersebut dapat di gunakan untuk hal-hal yang lebih berguna yang bersifat produktif dan dapat langsung sampai ke sasaran masyarakat miskin. Selain itu juga dapat di gunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, transportasi publik, pembuatan waduk, jaringan kereta listrik bahkan untuk bandara yang akan menjadi stimulus fiskal yang besar serta dapat menjalar ke sektor properti, ujar Tony.
Jika pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan baik, otomatis akan sangat mempengaruhi sektor properti sehingga dapat tumbuh lebih dinamis. Karena keduanya saling berkaitan erat, tambah Tony menjelaskan.

Jika suku bunga acuan (BI Rate) dapat di pertahankan oleh Bank Indonesia (BI) selaku regulator hingga tahun depan maka pertumbuhan pada sektor properti akan semakin melesat. Bahkan, Tony menambahkan, harus diturunkan jika inflasi dapat ditahan sebesar 7,5 persen sampai akhir tahun 2014.

Pada tahun 2015 di perkirakan akan semakin maraknya investasi asing ((foreign dircet investment atau FDI) hingga mencapai 15 persen, lebih cepat dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)

Kenaikan ini di sebabkan rasa simpati internasional terhadap Indonesia. Jika dilihat dari harga lahan dan kinerja kita, masih lebih kompetitif dibanding Tiongkok, Thailand ataupun Vietnam , papar Tony.
Investor Tiongkok dan Singapura akan semakin melirik Indonesia untuk menambah investasinya karena biaya dinegaranya demikian mahal.

Menurut, Budiarsa Sastrawinata, Presiden Direktur PT Ciputra Residences, beliau sependapat dengan Tony, FDI akan semakin bertambah, hal ini karena adanya indikasi dari tingkat okupansi pekatoran Grade A sebesar 70 persen, permintaan atas perkantoran Grade A tak sebanyak tahun lalu, ini membuktikan adanya peningkatan permintaan dari perusahaan asing ke Indonesia. Dengan demikian  karena jatuhnya FDI dapat di perkiraan pada tahun 2015 permintaan akan lebih besar.

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita