241 Kamis, 27 November 2014 | 11:22:45

Indonesia Tempat yang Tepat Berbisnis Properti di Tahun 2015

Indonesia Tempat yang Tepat Berbisnis Properti di Tahun 2015Mitramugiproperti

Country Head DTZ Indonesia, Kan Kum Wa, mengatakan “  Indonesia is a very strong place to do business in 2015," hal ini disampaikannya dalam seminar bertajuk "Indonesia Real Estate 2014, di Jakarta, Rabu (26/11/2014).
 
Di tahun 2014 arus dana asing yang masuk ke Indonesia mengalir deras itulah yang menjadi alasan  Kan Kum Wah mengatakan Indonesia adalah sasaran tepat untuk berbisnis properti ditahun 2015.
Menurut   Kan Kum Wah, "Uang yang mengalir tidak hanya dari Jepang dan Korea, tetapi uang juga datang dari Tiongkok. Ketiga Investor  negara tersebut menanamkan investasinya dalam bentuk kerjasama usaha dengan pengembang lokal,".
 
Meskipun pertumbuhan sedang melambat, menurut Kan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menawarkan keuntungan investasi yang menjanjikan. Kawasan Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang (Jadebotabek) dengan populasi 22,6 juta jiwa dapat dikatakan sebagai pasar dan peluang besar yang bisa dimanfaatkan investor, data ini dikutip Kan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Disamping itu, pembangunan sarana dan prasarana juga sedang di tingkatkan demi untuk terciptanya hubungan antar wilayah yang dapat membuka jalan bagi pengembang secara intensif di wilayah ataupun kawasan-kawasan yang kecil pembangunan propertinya, ucap Kan.

Kan Kum Wah juga mengatakan bahwa pembangunan  Jakarta Outer Ring Road (JORR) II seksi Pelabuhan Tanjung Priok yang perencanaan operasinya pada pertengahan  2015, Depok-Antasari (2016), Cibitung-Cilincing yang pada saat ini masih dalam proses pembebasan lahan, Serpong-Cinere (beroperasi  April 2015), Cimanggis-Cibitung ( baru mulai 2015), Kunciran-Serpong (beroperasi April 2015), Cinere-Jagorawi (baru 50 persen beroperasi sejak 2012), dan Cengkareng-Kunciran (tahap pembebasan lahan).
 
Kan meramalkan, bahwa perencanaan pembangunan JORR II, kawasan timur, barat dan selatan Jakarta akan semakin diminati, jika dilihat dari harga lahan yang masih bersaing dibandingkan dengan kawasan lainnya. Harga lahan di timur, barat dan selatan Jakarta masih berkisar dibawah Rp. 20 juta per meter persegi. Khususnya untuk lahan yang diperuntukan sebagai lahan perumahan.
 
Dalam 5 tahun terakhir ini nilai modal melesat secara subtansial. Di luar kawasan timur, barat dan selatan Jakarta yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, masih ada harga lahan yang terjangkau. Dan ini dapat memberikan peluang bagi masuknya investasi properti,” demikian Kan menyampaikan.
 
Menurut Kan, gaya hidup  untuk tinggal di apartemen banyak di minati dan semakin intensif terjadi.
 
Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita