202 Jum'at, 07 November 2014 | 16:23:02

Koridor Timur Jakarta Menjadi Sasaran Pasar Hunian

Koridor Timur Jakarta Menjadi Sasaran Pasar Hunianviva

Daerah yang masuk dalam area koridor timur Jakarta, seperti Bekasi dan Cikarang, diperhitungkan akan menjelma menjadi pilihan properti hunian (residensial) serta komersial. Bahkan, daerah ini diperkirakan akan menjelam menjadi sebuah kota mandiri dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun yang akan datang. Sekarang ini, kawasan tersebut populer sebagai kawasan penopang Jakarta, serta dijadikan sebagai daerah industri.

Erwin Karya selaku Associate Director Ray White mengatakan, salah satu keutamaan kawasan di daerah Koridor Timur Jakarta ialah dari segi harga. Harga lahan di daerah ini, menurutnya, masih berada dibawah kawasan Barat, seperti Banten, Tangerang, dan Serpong, yang saat ini telah mencapai di atas angka Rp 20 juta permeter persegi. Sedangkan di wilayah Cikarang ini masih berada di angka kurang dari Rp 20 jutaan permeter persegi.

“Bagi yang hendak berinvestasi dibidang properti, sekarang ini merupakan waktu yang ideal dan saya menyarankan kawasan Cikarang ini merupakan daerah investasi yang menarik,” ucap Erwin ketika diwawancarai dalam sebuah acara diskusi "Prospek Properti di East Coridor Terhadap Bisnis Properti" yang diadakan di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta, Kamis (06/11/2014).

Hal serupa disampaikan oleh Ali Tranghanda, pengamat properti asal Indonesia Property Watch (IPW) yang mengungkapkan, kawasan di koridor timur Jakarta dapat menjadi economic base atau basis ekonomi baru apabila disandingkan dengan daerah lainnya di wilayah Jabodetabek.

Ali mengatakan, sekarang ini kawasan lain yang berada dis ekitra Jakarta semacam Serpong harganya mulai over value (terlalu tinggi). Menurutnya hal tersebut dapat menyebabkan pasar properti berada di masa kejenuhan. “Perkembangan garha lahan di wilayah lain telah mengalami kejenuhan, yaitu Rp17 juta permeter persegi, bahakn lebih,” ucapnya.

Ia menuturkan, sesungguhnya arah perkembangan properti ialah Bekasi Barat. Tetapi, menurutnya, dalam jangka waktu singkat, wilayah Bekasi dan sekitarnya, mulai jenuh dengan gencarnya pembangunan vertikal. “Wilayah Bekasi ini diberondong oleh unit apartemen sejumlah 13.000 dan  sebentar lagi akan mengalami kejenuhan, sebab jaih dari daerah industry besar. Perkembangan Bekasi akan berpindah ke wilayah lain di dekatnya termasuk wilayah Cikarang,” tutur Ali.

Ali melanjutkan, selain itu kemampuan economic base Cikarang sangat besar dan berbeda dengan wilayah lainnya di Jabodetabek, termasuk bila dibandingkan daerah Bekasi. Dicikarang berkembang kawasan industri. Terdapat tiga kawasan industri raksasa di kawasan ini, yaitu Jababeka sekitar 5.000 hektare, Delta Mas seluas 3.000 hektare, dan Lippo Cikarang 3.000 hektare lebih. Masing-masing ketiganya membangun kawasan terintegrasi. Keadaan itu akan membuat kawasan tersebut menajdi daerah industri terbesar di dunia.
"Sekarang ini tidak sedikit perusahaan Jepang yang bergeser ke kawasan Cikarang guna membangun industri otomatif. Tidak hanya itu, ada juga asal Tiongkok. Ini menakjubkan dan membuat kawasan Cikarang bertumbuh besar di masa yang akan datang," Ucap dia.

Sumber :beritasatu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita