17 Senin, 03 November 2014 | 17:34:59

Hore! FLPP rumah tapak tidak jadi dibatalkan

Hore! FLPP rumah tapak tidak jadi dibatalkanilustrasi perumahan rakyat

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) rumah tapak tidak akan dihentikan pada 31 Agustus 2015 nanti. Kebijakan yang tertuang dalam ketentuan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 3, 4, 5 2014 tentang Proporsi Pendanaan kredit Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera tersebut akan dianulir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono memastikan akan melanjutkan program FLPP tersebut. Menurutnya Kebijakan lama dibatalkan karena masih banyak daerah dan lahan untuk pembangunan rumah. Sedangkan rusun hanya cocok untuk wilayah yang sangat padat seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Malahan jika FLPP hanya untuk pembangunan rusun, maka anggaran pembangunan rumah bersubsidi akan menjadi bengkak. Pembangunan rusun tersebut bisa memakan biaya Rp 13-15 miliar per menara. Padahal masih ada rumah di bawah Rp 100 juta perunit. Artinya penghematan anggaran tidak akan sesuai jika memaksakan fokus terhadap pembangunan rumah susun saja.

Jalan lain yang akan ditempuh oleh kementrian sekarang adalah membuat aturan baru yang lebih jelas mengenai kriteria wilayah untuk FLPP. Baik itu wilayah khusus untuk pembangunan rusun dan wilayah yang memungkinkan pembangunan rumah.

Dari pihak penggiat properti seperti Real Estate Indonesia menyambut baik rencana tersebut. Ketua Umum REI Eddy Hussy mengatakan bahwa REI sejak awal telah menentang kebijakan penghapusan FLPP tersebut. Sebab akibatnya masyarakat malah sulit mendapatkan rumah. Membangun rusun itu lebih mahal ketimbang membangun rumah.

Namun, lebih lanjut, Eddy Hussy mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi program FLPP pada sejumlah daerah yang sudah terlalu padat dan tidak bisa lagi untuk membangun rumah.

Sumber : tribunnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita