269 Kamis, 23 Oktober 2014 | 12:07:22

Ancang-ancang Pasar Properti Pra kenaikan BBM dan MEA 2015

Ancang-ancang Pasar Properti Pra kenaikan BBM dan MEA 2015ilustrasi

Tahun 2014 sudah memasuki kuartal terakhir dan 2015 sudah di depan mata. Tentunya masih ada tantangan besar bagi ekonomi nasional, khususnya sektor bisnis properti. Pada tahun ini, kita dihadapkan kemungkinan kenaikkan BBM melalui kebijakan pemerintah. Kemudian tahun 2015 akan berhadapan dengan pasar bebas ASEAN.

Bagi industri properti, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 merupakan peluang besar. PT Intiland Development melihat MEA akan memberi dampak besar bagi perusahaan properti. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pemasaran dan Korporat Intiland, Susan Pranata, pada hari rabu (22/10).

Menurut Intiland, persaingan dalam industri properti tidak perlu dikhawatirkan, sebab pengembang asing membutuhkan partner lokal. Properti sangat bergantung pada budaya suatu daerah, dengan demikian pengembang luar yang ingin membuat proyek di Indonesia perlu memiliki partner lokal dan mempelajari budayanya.

Tetapi walaupun begitu, harga properti tidak akan lebih murah untuk bersaing dengan asing, karena komponennya juga dari lokal.

Ancang-ancang BBM
Sebelum memasuki MEA 2015, industri juga berancang-ancang terhadap kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak. Walaupun masih wacana dan belum pasti, namun beberapa kajian sudah dikeluarkan oleh analis.

PT Bahana Securities mencatat bahwa selama empat kali kenaikan harga BBM beberapa sektor mengalami pelemahan, namun ada juga yang menguat. Kenaikan BBM dicatat pada bulan Maret 2005, Oktober 2005, Mei 2008 dan Juni 2013. Hal ini disampaikan oleh Kepala Riset Bahana Securities, Harry Su Rabu kemarin (22/10)

Dari empat kali kenaikan BBM tersebut, tiga bulan sebelum kenaikan sektor minyak dan telekomunikasi bergerak naik. Namun pada Pasar sektor ritel, otomotif, bank dan termasuk Properti bergerak turun karena pengaruh bunga dan inflasi.

Kemudian berdasarkan data historikal, tiga bulan setelahnya atau paska penyesuaian harga BBM, sektor minyak, telekomunikasi, otomotif, perbankan dan otomotif bergerak naik. Sedangkan sektor Properti tercatat kinerjanya kurang baik. Karena itu, harus lebih hati-hati di sektor ini.

Sumber : Gatra, Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita