228 Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:50:06

Bangkitkan Properti Lesu Lewat Expo

Bangkitkan Properti Lesu Lewat Exposemarang.bisnin

Keadaan bisnis properti perumahan di wilayah pekalongan dan sekitarnya, saat ini sedang dalam situasi lesu. Pemicunya, peraturan berbeda yang ditanda tangani dua kementerian yaitu Kemenkeu dan Kemenpera sehubungan dengan harga rumah bersubsidi. Ditambah, kebijakan dari Bank Indonesia atau BI yang melambungkan prosentase DP atau uang muka untuk pembelian rumah.

Berdasarkan laporan yang diberikan para pengembang yang tergabung dalam REI (Real Estate Indonesia), adanya peraturan tersebut mempengaruhi kepada jumlah pemasaran rumah bersubsidi. Berdasarkan catatan, jumlah unit hunian subsidi yang terjual tiap bulannya mengalami kemunduran cukup signifikan. Jika sebelumnya dapat mencapai 10 hingga 25 unit rumah yang terjual tiap bulannya, kini menurun tajam hingga di angka 5 unit saja per bulannya.

Risca Mangkulla selaku Ketua REI Komisariat Pekalongan menjelaskan, Kemenkeu dan Kemenpera menentukan harga rumah besubsidi yang berbeda, yaitu Rp 105 juta oleh Kemenkeu, sedangkan Kemenpera menetapkan harga sebesar Rp 118 juta. Nilai jual tersebut, juga harus ditetapkan dan disamakan pada seluruh wilayah. Sementara pihak BI telah menaikkan uang muka bagi konsumen sejumlah 30 persen dari jumlah sebelumnya yang hanya berada di prosentase 10 persen.

“Keadaan yang seperti itu, jelas berdampak pada penjualan rumah bersubsidi dari pihak pengembang. Selain itu juga tidak adanya keuntungan yang diperoleh oleh pengembang, sebab harga yang ditentukan jauh dari modal penbangunan sebuah rumah. Lalu harga rumah untuk tiap-tiap daerah juga sesungguhnya tidak dpaat dipukul rata, tergantung keadaan daerah itu sendiri,” terang Risca. (20/10).

Atas keadaan tersebut,REI Komisariat Pekalongan berniat membangkitkan kembali bisnis properti lewat acara Expo REI ke XII. Expo tersebut akan dilangsungkan selama 10 hari sejak 23 Oktober hingga 2 November 2014, di Carrefour. Rencananya ada 18 pengembang properti yang diikutsertakan pada expo, yang berasal dari Pekalongan, Pemalang, Batang bahkan ke pengembang dari Kota Semarang.

Risca berpendapat, expo kali ini dibarengi saat-saat penting untuk seluruh pengembang di tanah air, khususnya wilayah Pekalongan, sebelum meningkatnya harga BBM yang telah dibicarakan pemerintah pusat. “ Sekarang inilah para pengembang dapat berkompetensi menjual propertinya sebelum harga BBM mengalami perubahan,  yang dipastikan akan berdampak terhadap nilai properti perumahan. Untuk masyarakat, dan saat ini merupakan waktu yang ideal dalam berinvestasi di sektor properti,” ucapnya.

Risca mengatakan, kondisi tersebut berpengaruh kepada jumlah peserta yang ikut serta dalam expo ke XII kali ini, dan tercatat jumlah pesertanya lebih banyak dibandingkan dengan even expo sebelumnya. Ada 18 pengembang sudah meregristasikan diri untuk berpartisipasi menduduki stand dan mempertontonkan produk properti mereka. Jumlah peserta tersebut, jauh di atas dari jumlah peserta expo tahun sebelumnya yang hanya mencapai 10 hingga 11 peminat.

“Harapan kami, expo kali ini dapat menaikkan kembali gairah bisnis properti, bertepatan dengan sebelum naiknya harga BBM,” katanya.

Sumber : radar pekalongan

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita