226 Jum'at, 17 Oktober 2014 | 16:26:07

Backlog perumahan masih menghantui pemerintahan JKW-JK

Backlog perumahan masih menghantui pemerintahan JKW-JK

Sektor perumahan Indonesia masih dihantui oleh kekurangan (backlog) hunian. Saat ini backlog perumahan sudah tinggi, berdasarkan data Biro Pusat Statistik kekurangan rumah mencapai 15 juta rumah. Hal ini merupakan tantangan yang cukup berat baik bagi pemerintah dan pengembang perumahan di Indonesia.

Berbagai saran dan usulan disampaikan oleh pihak-pihak yang terkait. Diantaranya dari DPP Real Estate Indonesia (REI), Ketua umum Eddy Hussy mengajak dari sektor perbankan agar mau meringankan dan menyalurkan dana murah untuk pembiayaan sektor perumahan, terutama bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

Dalam acara Peluncuran Housing Finance Center BTN, Kamis (16/10) Eddy Hussy mengatakan juga bahwa butuh banyak pihak untuk masalah di sektor perumahan ini. pengembang tidak akan mampu menyelesaikan Backlog perumahan sendiri saja, namun butuh dukungan pemerintah dan pembiayaan murah dari sektor perbankan.

Demikian juga dikatakan oleh Direktur PT Bank Tabungan Negara, Maryono. Dalam acara yang sama, peluncuran HFC BTN, Maryono menegaskan HFC adalah terobosan dari BTN untuk permasalahan perumahan dengan menyalurkan KPR dengan dana pendamping berjangka panjang.

Dari Lembaga Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo mengusulkan untuk pengadaan Bank Tanah. Eddy berpendapat Bank Tanah ini akan membantu dalam pemenuhan hunian bagi masyarakat. Salah satunya penyediaan lahan yang dikoordinasi pemerintah pusat dan daerah.

Khususnya untuk pemerintahan Jokowi ke depan, Eddy mengharapkan pemerintahan dan pejabat yang diberikan tanggung jawab harus memperbaiki mentalnya dan pro-rakyat. Hal ini perlu agar pemerintahan Jokowi-JK akan lebih serius menangani kebutuhan hunian ini. Khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sumber : viva, liputan6, beritasatu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita