218 Kamis, 09 Oktober 2014 | 14:11:22

Investasi Global ke Indonesia terhambat beberapa kendala ini

Investasi Global ke Indonesia terhambat beberapa kendala iniokezone

Dalam industri properti Global, Indonesia dinilai masih belum memiliki daya saing tinggi. Konsultan Properti Global Service Colliers mencatat setidaknya ada empat masalah yang mendasar sehingga investor belum berani untuk masuk dalam pasar Indonesia.

Aldi Garibaldi, Associate Director Investment Service Colliers International Indonesia mengatakan empat kendala tersebut berhubungan dengan masih minimnya infrastruktur di Indonesia. Kemudian tidak sesuainya ekpsetasi program Nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Kendala Pertama adalah Infrastruktur yang masih minim di Indonesia.

Kendala Kedua menurut Aldi adalah Price discovery. Terutama penentuan harga lahan. Penentuan harga ini akan terjadi di pasar melalui interaksi pembeli dan penjual. Proses ini melibatkan transaksi lahan yang akan perjualbelikan, pada waktu tertentu. Di Proses inilah pemilik tanah atau landlord seenaknya menentukan harga. Mereka berpikir nilai tanah lebih tinggi dari ekspetasi dan diatas harga pasar.

Kendala ketiga adalah Kredit pinjaman dari perbankan. Suku Bunga di Indonesia sangat tinggi. Ini menyebabkan daya kompetisi berkurang. Akhirnya biaya konstruksi menjadi lebih mahal, operasional cost jadi lebih tinggi.

Kendala keempat adalah tidak adanya balancing between resources and development atau bisa juga dikatakan perizinan yang berbelit.

Menurut Aldi, keempat kendala ini jika mampu diatasi, akan sangat mempengaruhi pasar properti Indonesia. Negeri ini sangat besar potensinya dengan demografi kelas menengah yang terus tumbuh pendapatannya.

Bahkan dengan kondisi seperti itu saja, Indonesia masih diminati oleh investor regional Asia Tenggara, Hongkong, Taiwan dan Tiongkok.

Infrastruktur Indonesia
Dari pihak Pembinaan Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum Ir Hediyanto W Husaini mengatakan bahwa infrastruktur Indonesia membutuhkan investasi minimal 7% dari Produk Domestik Bruto untuk mengejar pertumbuhan Ekonomi yang tertuang dalam MP3EI, yaitu 7-9%.

Untuk mencapai hal itu, Hediyanto meminta kolaborasi antara pemerintah dan pihak-pihak yang terkait.

Berdasarkan Institute for Development of Economics And Finance 2014, infrastruktur Indonesia menempati peringkat 61 dari 144. Masih kalah jauh dari negar tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Sumber : Tribunnews, metrotvnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita