232 Sabtu, 04 Oktober 2014 | 14:31:58

Bisnis perhotelan Semarang cenderung tidak kondusif

Bisnis perhotelan Semarang cenderung tidak kondusifphilstar

Bisnis perhotelan di beberapa kota sudah perlu diawasi lagi. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jawa Tengah menilai bisnis perhotelan di Semarang sudah tidak kondusif. Permintaan dan penawaran hotel sudah tidak seimbang.

Karena itu, PHRI Jawa Tengah meminta kepada pemerintah agar dibuatkan moratorium atau penundaan hotel baru di Semarang.

Saat ini pertumbuhan penawaran hotel mencapai 20 persen di Semarang. Dengan penambahan sekitar 1000 kamar baru dari 6-7 hotel baru yang berdiri. Kondisi ini tidak berimbang dengan pertumbuhan permintaan hotel yang tidak sampai 10 persen, bahkan hanya di kisaran 8-9 persen. Demikian dikatakan oleh ketua PHRI Jateng Heru Isnawan di Semarang, Jumat (03/10).

Menurutnya dengan kondisi demikian jelas sektor usaha perhotelan tidak kondusif lagi. Bahkan jika kolpas, bukan citra perusahaaan saja yang buruk, tetapi juga citra kotanya.

Untuk itu, diperlukan moratorium yang bersifat fleksibel dalam kondisi saat ini. Jika permintaan kembali meningkat, maka bisa saja pembangunan hotel-hotel baru bisa diizinkan lagi. Kebijakan moratorium ini seperti yang dilakukan oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memberlakukan moratorium untuk perhotelan.

Menurut Heru, dengan potensi perhotelan Jogja yang lebih besar daripada di Semarang hal ini tentu langkah yang berani. Dan juga dia melihat kecenderungan perhotelan di Semarang bisa mengarah ke usaha properti, bukan jasa hotel lagi. Yakni dengan memperjualbelikan keberadaaan hotel tersebut. Contohnya jika 1-2 tahun hotel tersebut memiliki tingkat hunian bagus, bisa ditawarkan ke pihak lain dengan harga yang bagus. Ini perlu juga dapat perhatian.

Sumber : Antara

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita