19 Kamis, 02 Oktober 2014 | 17:22:48

Target Penjualan 1.000 Unit di Pameran Rumah Rakyat

Target Penjualan 1.000 Unit di Pameran Rumah Rakyatrumahku

Rumah Rakyat Expo 2014 yang dilangsungkan di Kota Pontianak pada tanggal 28 September hingga 6 Oktober 2014, telah ditargetkan dapat menjual 1.000 unit perumahan dengan nilai penjualan mencapai Rp 110 miliar.

“Ini untuk mencukupi kebutuhan hunian, terutama bagi masyarakat yang berpenghailan rendah di wilayah Kalimantan Barat,” ucap Aryani Nicky selaku Panitia Penyelenggara RRE 2014, ketika acara pembukaan pameran di Museum Negeri Pontianak, hari Minggu.

Totalnya ada 44 peserta yang berasal dari 35 pengembang atau developer, serta dua mitra pembiayaan dan tujuh perbankan.

Nicky menambahkan, masyarakat bisa melakukan pembelian rumah dengan memanfaatkan kredit kepemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, atau yang disingkat KPR – FLPP.

Dengan program tersebut, diharapkan masyarakat dapat membeli rumah dengan suku bunga sebesar 7,5 persen dalam jangka waktu kredit 20 tahun. Tidak hanya itu, angsurang yang ringan, bebas PPN dan premi asuransi, serta uang muka yang rendah juga termasuk didalamnya.

Pelaksanaan RRE secara nasional dihelat di 10 kota. Tidak hanya Kota Pontianak, tetapi juga di Banjarmasin, Palembang, Makassar, Medan, Surabaya, Semarang, Karawang, Tangerang dan Jakarta.

Khalawi AH, Deputi Bidang Perumahan Normal Kementerian Perumahan Rakyat mengatakan, dari sejak dipasarkan pada Oktober 2010, program KPR – FLPP sudah dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam membeli hunian dengan nilai Rp. 13,3 triliun.

“Kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sangatlah tinggi,” ucap Khalawi.

Khalawi melanjutkan, selain rumah mewah alangkah baiknya developer ikut membangun rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Dan pastinya, pemerintah daerah setempat ikut mendukung,” ujar Khalawi.

Ramadhan Junaidi, selaku ketua Asosiasi Pengembang dan Pemukiman Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat mengakui, permintaan akan rumah dengan harga yang rendah sangatlah besar.

Ia melanjutkan, akan tetapi kondisi tersebut tersandung dengan harga lahan yang terus meroket, sehingga sulit untuk memasarkan rumah sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Dalam dua tahun lagi, akan sulit untuk menjual rumah dengan nilai tetapan pemerintah di wilayah Kota Pontianak,” ucap Junaidi.

Sumber : skala news

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita