273 Rabu, 24 September 2014 | 10:50:42

REI meminta regulasi jangan menghambat pengembang

REI meminta regulasi jangan menghambat pengembang

Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan persaingan global, Indonesia harus sudah memasang kuda-kuda. Dari Sektor properti, beberapa negara tetangga sudah melakukan ancang-ancang dengan mengembangkan bisnis properti di dalam negeri.

Amran Nukman, Ketua DPD REI Jakarta mengatakan investor sebenarnya sudah bersiap untuk masuk ke Indonesia. Dari beberapa bidang sudah masuk, seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan. Dan sedang menunggu masuk untuk properti. Dengan Indonesia mahal pun, mereka mau datang. demikian dikatakannya di Jakarta, selasa (23/09).

Untuk itu, Amran mengarapkan pemerintah memperhatikan regulasi yang akan dikeluarkan. Amran mengeluhkan kewajiban dari pemerintah untuk kewajiban pengembang adalah menjadi kendalanya. Dia meminta agar membuat aturan terbaru terkait fasilitas sosial dan umum dengan menyertakan pengusaha untuk menyusunya.

Dia juga mengakui pemprov Jakarta sudah mengundangnya untuk membahas aturan tata letak bangunan dan perubahan aturan koefisien bangunan di kawasan Sudirman. "Kita berharap Pak Ahok dan jajarannya menjadikan kami mitra untuk hal hal teknis yang kami kuasai," kaa Amran

Sebelumnya Amran telah meminta keberatan kepada Pihak Pemprov dalam penyelesaian fasilitas umum dan fasilitas sosial. Untuk itu, pihaknya akan membuat solusi dan diserahkan ke pemerintah.

Sedangkan pihak pemerintah provinsi terus menagih para pengembang untuk membangun 3000 fasos dan fasum sesuai dengan kesepakatan antara pengembang dengan Pemprov DKI (Baca : REI minta Ahok untuk bersabar tentang fasus dan fasos)

Sumber : Merdeka

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita