343 Selasa, 02 September 2014 | 16:36:10

DPR Sulsel ancam tidak bahas Dana Center Point of Indonesia

DPR Sulsel ancam tidak bahas Dana Center Point of IndonesiaMega Proyek Center Point of Indonesia - skycraperc

Mega Proyek Center Point of Indonesia di Makasar tersandung masalah persetujuan dana dari APBD. Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulawesi Selatan ogah untuk membahas kucuran dana dalam proyek tersebut. Alasannya adalah belum adanya dokumen perjanjian kerjasama pemerintah dengan swasta.

Adil Patu, Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan mengatakan belum mengetahui adanya perjanjian kerjasama pemerintah Sulawesi Selatan dengan investor swasta. Dalam rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah Sulawesi Selatan kemarin (01/09), pemerintah tidak memperlihatkan salinan kontrak kerjasama proyek reklamasi CPI.

"Kalau salinan perjanjian kerjasama tersebut tidak bisa diperlihatkan ke DPRD, ini bahaya. Bisa saja proyek CPI tak dianggarkan dalam APBD perubahan Sulawesi Selatan 2014." Ancam Adil Patu.

Ariady Arsal, Anggota dewan Sulawesi selatan mengatakan proyek CPI telah memakan biaya Rp 200 miliar. Jadi merasa dilecehkan jika pemerintah tidak mendapat persetujuan dewan. Dan mengingatkan agar tidak mengkaitkan dengan Dewan jika ternyata dalam proyek CPI banyak bermasalah hukum.

Dari pihak pemerintah, Sidik Salam Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sulawesi Selatan berharap agar Dewan bisa bekerjasama dan mendukung terus pembangunan CPI. Sidik mengatakan pemerintah tidak menyembunyikan kontrak kerjasama proyek reklamasi CPI.

Perjanjian kerjasama antara pemerintah Sulawesi Selatan dan investor adalah menyangkut tentang beberapa hal. Yaitu investor mereklamasi lahan seluas 157 hektar, setelah itu investor berhak mengelola lahan seluas 102 hektar untuk komersial dan pembangunan kawasan bisnis. Sedang sisanya akan dikelola oleh pemerintah Sulawesi Selatan.

Center Point Of Indonesia (CPI)
Center Point of Indonesia (CPI) adalah sebuah megaproyek megah yang sedang dibangun di Makasar, Sulawesi Selatan. Dengan luas total 600 hektar akan terdapat bangunan-bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan hiburan, hotel kelas atas dan lapangan golf dengan pemandangan ke pulau-pulau di Teluk Makassar. Katanya akan dibangun juga Istana Kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan Bali.

Sumber : Tempo

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita