279 Senin, 01 September 2014 | 16:08:23

Yogyakarta Kembangkan Rusun, Pembangunan Hotel Dihentikan

Yogyakarta Kembangkan Rusun, Pembangunan Hotel Dihentikanlintasdaerah

Pemerintah Kota Yogyakarta terus melaksanakan kajian pengembangan konsep pertumbuhan kota. Salah satu usaha yang dilakukan yaitu membimbing perumahan agar tumbuh vertikal. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Minggu (31/8/2014). "Wilayah Kota Yogyakarta tidak terlalu luas, sehingga diperlukan konsep pertumbuhan kota yang tepat, salah satunya mengarahkan perumahan agar tumbuh vertikal," ujarnya.

Dia menilai, pemerintah akan mengumumkan konsep pengembangan permukiman dan perumahan secara vertikal tersebut pada pihak pengembang perumahan.

"Perumahan diharapkan tumbuh vertikal. Bisa saja, di Kota Yogyakarta sudah tidak diperbolehkan lagi membangun perumahan horisontal, tetapi harus vertikal seperti rumah susun atau apartemen," ungkapnya.

Haryadi melanjutkan, rumah susun tersebut harus mampu menampung masyarakat berpenghasilan rendah, dengan jumlah minimal 20 persen dari total rumah yang terdapat di rumah susun tersebut.

"Kami siap dengan regulasi pembangunan rumah susun atau apartemen. Misalnya dengan peraturan wali kota untuk melengkapi undang-undang yang sudah ada," ucapnya.

Haryadi mengimbuhkan, Pemerintah Kota Yogyakarta tengah melakukan kajian daya dukung lingkungan yang diharapkan bisa terselesaikan pada 2015 mendatang. Hasil kajian itu akan digunakan sebagai dasar penentuan konsep yang tepat untuk pertumbuhan Kota Yogyakarta. Berdasarkan kajian tersebut akan diketahui jenis investasi yang berpotensi menyebabkan dampak negatif pada kondisi Kota Yogyakarta.

"Jika sudah masuk dalam daftar investasi negatif, maka akan dilakukan rasionalisasi," tutur Haryadi.

Sejak akhir 2013, Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 77 Tahun 2013 tentang Pengendalian Pembangunan Hotel. Pemerintah Kota Yogyakarta tidak akan menerbitkan izin pembangunan hotel baru hingga akhir 2016.

"Moratorium pembangunan hotel juga masuk dalam kajian ini. Jika jumlah hotel dirasa sudah cukup, maka pemberian izin akan diberlakukan permanen," ungkapnya.

Selain penataan permukiman, Haryadi menyebutkan pertumbuhan kota juga perlu mempertimbangkan sisi transportasi spesifiknya transportasi massal.

"Pembangunan transportasi massal yang baik adalah bagian penting dalam pertumbuhan kota sehingga masyarakat akan lebih tertarik menggunakan angkutan massal dibanding kendaraan pribadi," tutupnya.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita