176 Kamis, 28 Agustus 2014 | 14:53:56

Saatnya terobosan pengembang untuk membuat rusunami

Saatnya terobosan pengembang untuk membuat rusunamipameran rusunami - Kompas

Pengembang rumah di Indonesia sudah saatnya untuk melakukan terobosan dengan realita tingginya biaya tinggi sektor perumahan. Disamping itu masih banyak juga permasalahan yang timbul dalam membangun rumah. Salah satu terobosannya adalah dengan membangun rusunami. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy di Jakarta Kamis ini (28/08).

Eddy mengatakan bahwa ekonomi biaya tinggi disebabkan oleh inefisiensi di berbagai bidang. Antara lain karena panjangnya proses perizinan, infrastruktur dan transportasi yang kurang memadai dan belum adanya kepastian hukum tentang hak tanah dan perizinan.

Akibatnya adalah proses perizinan menjadi semakin lama dan mahal, kemudian harga bangunan antar daerah membuat perbedaan yang sangat jauh. Hambatan lainnya adalah peraturan yang tidak cocok dengan kondisi saat ini.

Kemudian Eddy Hussy juga mengaku bahwa pengembang properti terlambat untuk membangun rumah susun milik. Pengembang masih fokus ke rumah tapak. Padahal lahan tanah untuk rumah tapak semakin menipis dan harga tanah semakin mahal.

"Belum ada terobosan untuk membuat pengembang membuat rusunami." kata Eddy.

Eddy menyatakan bahwa pihak REI merasa wajib untuk mengembangkan hunian rumah untuk seluruh masyarakat. Untuk itu, REI juga berharap pada pemerintah yang akan datang agar bisa memperkecil kendala-kendala yang ada.

Sedangkan dari pihak pemerintah, Anggota Komisi V DPR Yoseph Umar Hadi mengatakan bahwa kedepan Kemenpera sebaiknya diberdayakan lagi. Diharapkan Kemenpera bisa menjadi ujung tombak perumahan rakyat.

Sumber : Tribunnews, Okezone, Antara

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita