278 Selasa, 26 Agustus 2014 | 16:57:59

Bisnis Properti Pos Indonesia : Lahan untuk 500 hotel

Bisnis Properti Pos Indonesia : Lahan untuk 500 hotel Gedung Pos Indonesia, Bandung - Ari Anam/Kompasian

Pengembangan bisnis ke arah sektor properti tengah  dilakukan oleh beberapa BUMN di Indonesia, salah satunya adalah PT Pos Indoensia (Persero). Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan aset-aset berharga perusahaan negara tersebut, khususnya aset lahan.

Strategic Business Unit/SBU Real Property PT Pos Indonesia adalah unit bisnis dibawah PT Pos Indonesia yang dikelola dalam menyelenggarakan usaha properti.


Direktur Utama Pos Indonesia, Budi Setiawan mengatakan produk properti yang sedang dikembangkannya adalah perhotelan. Sampai saat ini masih pada tahap izin dari kementrian, sedangkan pemerintah daerah sudah selesai. Ground breaking akan dilakukan tidak lama lagi, yaitu pada tanggal 27 September.

Tahun 2014 ini, PT Pos Indonesia akan membangun dua hotel bintang tiga di kota Bandung. Masing-masing pembangunan hotel dianggarkan Rp 30 miliar. Pembangunan hotel dibangun diatas tanah milik Pos Indonesia yang selama ini dirasakan kurang begitu bermanfaat.

Pada tahun 2015, Budi mengatakan Pos Indonesia akan membangun 15 hotel secara nasional. Aset lahan yang dapat dimanfaatkan Pos Indonesia ternyata tidak sedikit. Budi mengklaim Pos Indonesia saat ini memiliki aset yang dapat dimanfaatkan untuk membangun hotel sebanyak 500 hotel bintang tiga. Karena itulah alasan Pos Indonesia memilih pengembangan sektor properti.

Selain Pos Indonesia, sejumlah BUMN juga ramai-ramai masuk bisnis properti untuk pengembangan bisnisnya. Seperti PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara dan PT Telkom. (Baca : Ekspansi Properti, BUMN mampu mengalahkan pengembang Besar).

Sumber : Liputan 6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita