94 Selasa, 26 Agustus 2014 | 15:29:20

Harga Rumah di Cikarang Tembus Rp 1 Miliar

Harga Rumah di Cikarang Tembus Rp 1 Miliararsitekinterior

Keadaan infrastruktur, aksesibilitas memadai, serta kelengkapan fasilitas rupanya dapat membuat harga properti meningkat tajam. Di Cikarang, Bekasi, yang merupakan kawasan pinggiran, harga rumah telah mencapai lebih dari Rp 1 miliar per unit. Satu diantara banyak rumah baru yang masuk pasar pada semester II tahun 2014 yaitu Taman Simpruk SummerBliss. Perumahan ini dibangun PT Lippo Cikarang Tbk sejumlah 138 unit.

Lain dengan beberapa klaster yang ada di area Lippo Cikarang, Taman Simpruk SummerBliss didirikan di lokasi strategis, dekat pintu Tol Cibatu Km 37,4.

Gita Irmasari selaku Residential, Sales & Marketing Division Head PT Lippo Cikarang Tbk., mengaku yakin meluncurkan Klaster Taman Simpruk SummerBliss dengan harga tinggi karena pasar sedang kondusif dan kompetitif.

"Selain itu, potensi pembeli juga sangat besar. Di kawasan Lippo Cikarang saja saat ini dihuni sekitar 45.000 jiwa dan 350.000 orang yang beraktivitas bisnis setiap hari di 820 manufaktur  dalam kawasan," ungkap Gita, ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat Lippo Cikarang sebagai area investasi dan hunian yang tepat.

Taman Simpruk SummerBliss didesain semi-detached, bangunan mempunyai ruang terbuka lebih banyak dengan pemandangan taman. Jadi sirkulasi udara dan pencahayaan menjadi lebih baik.

Klaster ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1,27 miliar. Tingginya harga dinilai wajar karena Cikarang, dan Bekasi, mengandung potensi sebagai pasar properti dengan pertumbuhan menjanjikan. Di area ini terdapat lebih dari 1.500 industri, domestik dan multinasional contohnya Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura, dan lainnya yang mempekerjakan karyawan dan manajer dari negara asal masing-masing.

Ipuk Nimpuno selaku Direktur Utama PT Adhi Persada Properti menilai, adanya ekspatriat tersebut menjadi potensi dan nilai tambah area yang tidak dimiliki area penyangga Jakarta lainnya. Dengan begitu, permintaan properti untuk hunian dan fasilitas lainnya terus meningkat.

"Terdapat sekitar 10.000 ekspatriat asal Korea Selatan dan 5.000 asal Jepang. Mereka membutuhkan hunian yang belum secara maksimal terpenuhi. Karena, pasok hunian masih terbatas," katanya.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita