229 Sabtu, 16 Agustus 2014 | 10:06:12

Pembangunan Cluster Tutup Jalan dan Saluran Air, Warga Marah

Pembangunan Cluster Tutup Jalan dan Saluran Air, Warga Marahmerdeka

Penduduk di kawasan pembangunan cluster di Jalan Sultan Mahri II RT 006/ 01 Cipayung, Jakarta Timur mengeluhkan saluran air dan jalan yang ditutup. Pembangunan rumah cluster yang telah berlangsung enam bulan itu, menyebabkan daerah mereka tergenang banjir  setinggi 40 sentimeter. Seorang warga, Hans Gore (43) mengatakan, pengerukan yang dilakukan pengembang  telah berlangsung selama enam bulan. Ia menilai, dengan menggunakan alat berat pembangunan tersebut menutup saluran air sepanjang 83 meter dan juga jalan warga.

"Kami jadi kebingungan untuk menuju rumah sendiri. Belum lagi soal banjir, sudah lima kali air banjir masuk ke rumah warga yang berada di dekat saluran selama enam bulan terakhir," ujar Hans, Sabtu (16/8/2014).

Dia menyebutkan, pihak kelurahan dan pengembang setelah mengetahui masalah tersebut. Tetapi, hingga kini belum ada solusi, terlebih warga tak pernah memberikan rekomendasi yang menjadi salah satu syarat untuk mendapat izin.

"Kalau ini terus dibiarkan sama saja mereka mau membunuh kami secara perlahan," sambungnya.

Untuk menyelesaikan masalah itu, penduduk dan pengembang telah bertemu lima kali. Tetapi, pertemuan yang dilakukan sejak bulan November 2013 lalu belum menghasilkan jalan keluar.

"Pengembang menyatakan akan memberi jalan dan saluran selebar dua meter, tapi dalam perjalanan konsep itu tidak ada dan pembangunan tetap berjalan," jelasnya.

Warga berharap instansi terkait seperti Suku Dinas Tata Ruang untuk menangani masalah ini. Selain saluran air dibangun kembali, penduduk meminta adanya akses jalan. Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI, William Yani meminta Suku Dinas Tata Ruang dan Walikota Jakarta Timur untuk terjun langsung dan memeriksa izin pengembang. Pihaknya mempertanyakan jika pengembang memang sudah mendapat izin.

"Kinerja Sudin Tata Ruang Jakarta Timur perlu dipertanyakan karena warga merasa tidak pernah memberikan persetujuan dan izin lingkungan," ujarnya.

Lebih jauh William mendesak pihak pengembang untuk menunda pembangunan cluster sampai perundingan dengan penduduk menemui titik temu.

 

 

Sumber: tribunnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita