259 Jum'at, 15 Agustus 2014 | 11:59:04

Lahan Pembangunan Rumah Sederhana di Semarang Masih Luas

Lahan Pembangunan Rumah Sederhana di Semarang Masih Luastribunnews

Dibya K Hidayat yang merupakan Wakil Ketua Real Estate Indonesai (REI) Jawa Tengah mengungkapkan bahwa lahan untuk pembangunan rumah sederhana masih tersedia luas. Hal tersebut membuat pemerintah diharapkan untuk tidak menghilangkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Ia mengatakan hal tersebut saat ditemui di Semarang, Kamis (14/8/2914) lalu. "Untuk di Jawa Tengah sendiri masih banyak daerah yang memungkinkan untuk pembangunan rumah sederhana," ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya mengharapkan agenda penghapusan landed house untuk rumah sederhana tidak dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

"Sebetulnya dasar pengetatan peraturan rumah sederhana ini kan penggunaan lahan di kota besar yang mulai terbatas. Padahal, ketersediaan lahan di daerah masih sangat luas," ujar Dibya yang ahli dalam promosi, publikasi, dan kehumasan DPD REI Jateng itu.

Pihaknya tidak mengelak pengembangan rumah sederhana nantinya berpotensi untuk bertentangan dengan berkurangnya area persawahan. Tentang keadaan itu, REI mengatakan tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang bertanggungjawab atau disalahkan karena berkurangnya area persawahan.

"Bagi kami sendiri ada banyak lahan persawahan yang sudah tidak diolah. Nah, inilah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan," tutur Dibya.

Jalan keluar yang dapat dilakukan mengenai hunian sederhana di kota-kota besar bisa memakai cara membangun rumah susun sederhana. Dia mengatakan bahwa keadaan setiap daerah tidak bisa disamakan, serupa antara Jakarta dan Semarang atau kota besar lainnya. Sebagai contoh, pembangunan rumah sederhana memang tidak dapat dilaksanakan di Jakarta jadi solusinya pembangunan dipindahkan ke wilayah Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor.

"Padahal jarak tempuh daerah-daerah ini dengan Jakarta cukup jauh. Jadi, daripada membangun rumah sederhana lebih baik membangun rumah susun sederhana," jelasnya.

Ia menilai, keadaan di Semarang berbeda karena jarak daerah-daerah penyangga dengan Kota Semarang bisa ditempuh dalam waktu rata-rata satu jam jadi masih memungkinkan diadakan pembangunan rumah sederhana.

 

 

Sumber: wartaekonomi

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita