200 Rabu, 13 Agustus 2014 | 11:41:54

Harga Properti triwulan II-2014 masih terus meningkat

Harga Properti triwulan II-2014 masih terus meningkatProspek Properti Indonesia

Bank Indonesia telah mempublikasikan hasil Survei Harga Properti Indonesia (SHPR) triwulan II-2014. SHPR Bank Indonesia triwulan II-2014 tersebut menunjukkan peningkatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer. Terlihat dari Indeks Harga Properti Residensial yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,24% dari triwulan pertama. Sedangkan secara tahunan mengalami perlambatan. Tekanan kenaikan harga masih akan berlanjut hingga triwulan III-2014.

Harga Properti Residensial
Harga properti residensial meningkat lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (qtq). Peningkatan tersebut sebesar 1,69%, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya 1,45%. Faktor-faktor penyebabnya adalah kenaikan upah pekerja dan kenaikan harga bangunan.

Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada rumah tipe kecil. Sementara berdasarkan wilayah, Manado mengalami kenaikan harga paling tinggi dibandingkan kota-kota lainnya, diikuti oleh Makasar. Penaikan harga di kedua kota tersebut sejalan dengan tumbuhnya perekonomian sebagai pintu gerbang pembangunan ekonomi di Wilayah Timur.

Dilihat dari pertumbuhan pertahunnya, kenaikan harga properti melambat secara tahunan (yoy). Perlambatan secara tahunan tercatat lebih kecil 0,52% dari dari sebelumnya. Perlambatan kenaikan terutama terjadi pada rumah tipe besar.

Perkembangan penjualan properti Residensial
Pertumbuhan penjualan rumah meningkat, terutama pada rumah menengah. Dari laporan tersebut penjualan properti meningkat sebesar 21,32%. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan hunian. Dan pertumbuhan penjualan tertinggi terjadi di Manado.

Dana internal perusahaan menjadi sumber utama pembiayaan properti, dan KPR menjadi metode utama dalam pembelian properti. Dari laporan menunjukan bahwa sebanyak 73,69% dari konsumen yang membeli properti memilih menggunakan KPR, 12,17% Tunai dan sisanya Tunai bertahap.

Sementara itu, Survei juga memperkirakan perkembangan properti Residensial Triwulan III-2014. Kenaikan diperkirakan masih berlanjut, namun dengan kenaikan yang melambat. Faktor yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan bisnis properti adalah kenaikan suku bunga KPR (22%), kenaikan harga bahan bangunan (18,4%), Uang Muka/DP (18,1%), dan perijinan (13,6%).

 

Sumber : Laporan Survei Harga properti Residensial di Pasar primer Triwulan UU-2014-Bank Indonesia

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita