97 Kamis, 07 Agustus 2014 | 11:29:02

Kebutuhan Riil Baru: Apartemen di Pinggiran Kota

Kebutuhan Riil Baru: Apartemen di Pinggiran Kotastreetdirectory

Keperluan apartemen di wilayah pinggiran Jakarta kini telah memasuki tahap kebutuhan riil atau real demand. Apartemen bukan lagi semata-mata alat investasi seperti yang berlaku lima atau tiga tahun lalu.  Langkanya lahan kosong dengan harga tinggi, kondisi lalu lintas yang semakin padat, dan jumlah populasi yang kian meningkat serta urbanisasi adalah faktor utama pendorong terbentuknya real demand di wilayah-wilayah seperti Serpong, Bintaro, Bekasi, dan Depok. Jopy Rusli selaku Chief Marketing Officer Lippohomes, mengatakan hal itu pada Kompas.com, Senin (4/8/14).

"Banyak masyarakat yang belum memiliki hunian. Sementara hunian yang ditawarkan, terutama rumah tapak, harganya sudah sangat tinggi dan tidak mampu diserap oleh masyarakat berpendapatan menengah. Apartemen yang ditawarkan seharga Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi, pun kemudian banyak diburu kelas menengah tersebut," ungkap Jopy.

Ia melanjutkan, jadi meskipun wilayah lapis kedua masih terdapat pasokan landed residential, tetapi karena harganya tinggi, apartemen menjadi pilihan terbaik. Selain itu, hunian bertingkat juga telah menjadi kebutuhan darurat.

"Kebutuhan mendesak terkait tata ruang kota, keharusan mengembangkan ruang terbuka hijau, dan juga urusan kepraktisan, kenyamanan, dan keamanan," ujar Jopy.

Apartemen di wilayah pinggiran yang diburu konsumen ialah yang menyatu dengan pembangunan properti lainnya (integrated development), tambahnya. Terdapat pusat belanja, klinik atau rumah sakit, dan fasilitas akomodasi lainnya.

Informasi terbaru Embarcadero Park yang dikembangkan Lippohomes mengukuhkan pernyataan Jopy. Sejumlah 366 unit tower pertama yang dipasarkan, ludes terjual. Jadi, Lippohomes bertekad untuk memasarkan tower kedua pada kuartal III tahun ini.

"Kami akan mematok harga lebih tinggi dari itu. Saat ini sedang dikaji potensi harga yang dapat diterima pasar. Targetnya kuartal ketiga tahun ini akan kami lansir," tambahnya.

Kinerja penjualan positif juga diraih Merdeka Ronov Indonesia. Proyek mereka yang berjudul Tuscany Residence di dalam wilayah pengembangan Intermark, telah terjual sebanyak 85 persen dengan harga mulai Rp 490 juta sampai Rp 900 juta, dengan ukuran 22 meter persegi dan 58 meter persegi. Sementara untuk executive suites dipatok antara Rp 1 miliar sampai Rp 2,8 miliar per unit.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita