187 Kamis, 07 Agustus 2014 | 11:27:53

Jakarta Lampaui London, New York, dan Sydney

Jakarta Lampaui London, New York, dan Sydneyjakartajive

Jakarta masih bertahan di posisi pertama sebagai kota dengan kinerja pertumbuhan harga hunian atau rumah premium paling tinggi di dunia. Hal ini sudah berlangsung selama enam bulan pertama di tahun 2014 ini. Ibukota Indonesia ini mengalahkan kota-kota global lainnya seperti London, New York, dan Sydney. Hal ini merupakan pencapaian yang baik dari negara kita.

Berdasarkan hasil penelitian konsultan properti Knight Frank “Prime Global Cities Index” yang dikirim ke Kompas.com, Rabu (6/8/14), Jakarta mengungguli pertumbuhan harga sebesar 27,3 persen. harga rerata aktual properti mewah di Jakarta sendiri ada di level 4.099 dollar AS atau setara dengan Rp 48,2 juta per meter persegi.

Dublin, Irlandia, berada di posisi kedua dengan pertumbuhan harga rumah sebesar 23,5 persen.

Knight Frank mencatat, secara umum dari 32 pasar perumahan yang ditinjau, sebanyak 27 pasar di antaranya mencatat kinerja pertumbuhan tahunan positif. Jumlah pasar ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 21 pasar.

Walaupun Jakarta dan Dublin menunjukkan kinerja terbaik, tetapi pertumbuhan harganya mengalami perlambatan. Dalam kasus Dublin, dari tingkat pertumbuhannya yang 5,6 persen melambat menjadi 2,1 persen pada kuartal kedua 2014.

Selain Jakarta, dan Dubai, pasar properti lain yang menampilkan kinerja positif dalam urutan sepuluh besar "Prime Global Cities Index" ialah New York dengan kisaran pertumbuhan harga 20 persen, Los Angeles dengan 19 persen, Miami dengan 18 persen, Beijing dengan 13 persen, San Fransisco dengan 12 persen, Vancouver dan Sydney dengan 11 persen, dan London dengan 8 persen.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita